Pontianak (23/9). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat (Kalbar), KH M. Basri. HAR mengapresiasi gerakan dakwah dan kepedulian sosial LDII Kalbar. Menurutnya, kiprah LDII membantu MUI menjadi pengayom dan pelindung umat.
Hal itu disampaikannya pada silaturahim jajaran pengurus DPW LDII Kalbar di Sekretariat MUI, Pontianak pada Rabu, (16/9/2026). LDII dan gerakan sosialnya, menurut KH Basri, sangat membantu peran MUI sebagai ra’iyatul umah. “Gerakan dakwah dan sosial yang dilakukan LDII sesungguhnya juga membantu MUI sebagai ra’iyatul umah atau pengayom dan pelindung umat,” ujarnya KH. Basri.
Ia juga sependapat dengan pola dakwah bil hal yang terus diperkuat melalui kontribusi, akan berdampak bagi masyarakat. “Pola dakwah bil hal bisa langsung memberikan manfaat dan membawa kemaslahatan bagi umat. Jadi era sekarang justru mudah diterima,” katanya.
Lebih jauh KH Basri turut mengajak menjaga harmonisasi yang sudah terjalin di Kalimantan Barat, dan mencegah terjadinya konflik. “Kalbar sudah damai, mari kita rawat harmonisasi kehidupan beragama yang sudah terjalin selama ini. Konflik masa lalu tidak boleh terjadi lagi, maka LDII juga mesti berperan dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia
Sementara itu, Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto juga menegaskan, pihaknya berupaya menghadirkan dakwah yang sejuk, konstruktif dari setiap kegiatan dengan warga. “Dakwah bil hal menjadi bagian dari komitmen kami. Artinya, nilai-nilai agama tidak hanya disampaikan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat,” katanya.
Ia mengatakan LDII Kalbar terus menjalin kolaborasi dengan pihak manapun, agar problem umat bisa diselesaikan. “Problematika sosial keumatan semakin kompleks, disinilah memerlukan kolaborasi dengan meninggalkan ego masing-masing. Dengan mencari titik temu akan memudahkan menyelesaikan persoalan-persoalan umat,” kata Susanto.
Selain itu, LDII juga terus menerima masukan dan saran dari stakeholder lain untuk perbaikan metode dan program kerja. “Kami sangat berharap masukan dan koreksi termasuk dari MUI, harapannya untuk melakukan perbaikan metode dan gerakan dakwah yang kami lakukan. Maka LDII bakal terus membangun silaturahim,” ujar dia
Susanto menambahkan, kontribusi organisasi tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dimulai dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dan memberikan manfaat. “Kami ingin terus menghadirkan dakwah yang mudah diterima, mudah ditiru, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.















