Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Kisah Jarum

2021/03/31
in Nasehat
5
Ilustrasi: Ihsan

Ilustrasi: Ihsan

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Saya selalu tersentuh dengan firman Allah yang satu ini. Selain dari muatannya, ada kenangan indah juga dari ustadz yang mengajarkan waktu itu. Kala masih berbaju SMA. Nandes di hati. Dan sampai sekarang pun masih asyik kala mengulangnya dengan sebuah clue: jarum. Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاسْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَابُ السَّمَاۤءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَاطِ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka sombong dari ayat-ayat tersebut, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.” (QS Al-A’raf:40).

Nah, ketika beranjak ke kehidupan selanjutnya, saya tersentuh lagi ketika mendengar kisah jarum dari tokoh sufi Nasrudin. Pelajarannya sungguh menghentak dan mendobrak sebuah kedunguan pemahaman. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. Tapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.

Tetangganya bertanya, “Jarumnya jatuh di mana?”.

“Jarumnya jatuh di dalam,” jawab Nasruddin.

“Kalau jarum jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?”  tanya tetangganya.

Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab,  “Karena di dalam gelap, di luar terang.”

Memasuki zaman millennium, ada dua cerita menarik yang dituturkan oleh sahabat yang tinggal di negeri kangguru. Pertama, kisah seorang pengajar di perguruan tinggi di Melbourne Australia, yang bertanya kepada mahasiswanya di sebuah kelas; “Any one of you who have religion?” (Siapa yang beragama di sini?). Dan yang menaikkan tangan hanya segelintir orang. Itu pun semuanya berwajah Asia. Kedua, cerita tentang tempat suci yang harus dijual karena tidak punya umat lagi. Sahabat muslim yang tinggal di sana telah berhasil mengubah gereja menjadi sebuah masjid.

Lain lagi cerita kawan yang rajin melangkahkan kaki dan menghirup udara benua biru – Eropa. Dalam oleh-olehnya dia berpesan, kala bisa berjalan-jalan ke Eropa suatu saat nanti, jangan sekali-kali bertanya; ‘What is your religion?’ (agama Anda apa?) Karena jawabannya tidak mengenakkan. Biasanya langsung dijawab dengan menatap sinis sang penanya lalu berkata; “Stupid question.” (pertanyaan yang bodoh).

Dari salah satu segi terlihat, agama, di Barat dan di belahan dunia lain pada umumnya, lebih dipandang sebagai beban dibandingkan identitas yang membahagiakan. Dan pada saat yang sama, ada kecenderungan lain yang layak direnungkan. Di satu sisi ada rasa dahaga manusia akan kedamaian. Terutama karena materialisme di Barat sudah menunjukkan batas-batas kejenuhannya. Bahkan menghasilkan terlalu banyak penyakit. Dan di lain sisi, ada banyak komunitas spiritual yang menjamur di Barat menawarkan kedamaian. Namun, bersamaan dengan itu, tidak sedikit tempat suci yang harus dijual karena tidak punya jemaat lagi.

Ia menghadirkan tantangan baru bagi agama-agama ke depan yakni bagaimana memuaskan rasa dahaga manusia akan kedamaian. Tanpa kemampuan memuaskan rasa dahaga manusia akan kedamaian, lebih-lebih memperpanjang daftar kekerasan yang sudah panjang, maka bukan tidak mungkin ada agama yang mengalami kepunahan di masa depan. Sekulerisme meraja, hedonisme menggila dan memang ia tanda-tanda akhir zaman.

أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُهُ مِنْهُ صَدَقَةً وَيُدْعَى إِلَيْهِ الرَّجُلُ فَيَقُولُ لاَ أَرَبَ لِي فِيهِ ‏”‏ ‏.‏

Dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ bersabda: “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga harta menjadi banyak pada kalian, harta itu terus melimpah sehingga membingungkan pemiliknya siapakah yang mau menerima shadaqah darinya, lalu seseorang dipanggil kemudian dia berkata, ‘Aku tidak membutuhkannya.” (HR. Bukhari)

Kalau boleh jujur, di mana-mana muncul generasi baru yang mempertanyakan antara keindahan ajaran agama dengan realita keseharian yang penuh kekerasan. Semakin jauh jarak antara realita dengan ajaran agama, semakin sedikit ada generasi baru yang tertarik belajar agama. Meminjam cerita Zen, setiap kata hanyalah jari yang menunjuk bulan. Bahkan kata-kata kitab suci pun tidak bisa mengantar manusia menemukan pencerahan, terutama bila hanya sebatas dimengerti kemudian dilupakan. Persis seperti cerita Nasrudin mencari jarum. Bagaimana bisa ketemu, ketika jarum hilangnya di rumah, tetapi mencarinya di luar rumah. Ketika ditanya mengapa? Alasannya, di rumah gelap, sedangkan di luar rumah terang- benderang. Itulah gambaran yang terjadi sekarang. Salah alamat.

Banyak yang belum bisa membedakan antara kesenangan dan kebahagiaan. Di banyak kepala, masih saja terbentuk cetak biru senang selalu identik dengan bahagia. Oleh karena itu, mereka memuaskan dengan cara-cara fisik yang tampak untuk memperoleh kebahagiaan. Ini biang-keladinya. Padahal ini adalah jejaring syaitan. Jebakan batman.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ (17)

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS Al-A’raf:16-17)

Sulit membayangkan ada pencerahan, ada kebahagiaan, tanpa ketekunan latihan dalam keseharian. Sayangnya, ini yang tidak mau dilakukan oleh banyak orang. Hanya berbekalkan intelek, kemudian berharap pencerahan. Ia serupa dengan hanya melihat ujung jari yang menunjuk bulan tapi mau segera sampai di bulan. Hingar-bingar dunia telah mencampakkan kebanyakan orang untuk mencari kedamaian dunia dan alam setelahnya. Padahal Allah telah berpesan; Jangan mempengaruhimu bolak-baliknya hati orang-orang kafir di segala penjuru negeri, tetapi tetaplah bersabar dan menyabar-nyabarkan diri, tekun berlatih dan mengasah diri sehingga menjadi orang yang beruntung. Dunia akhirat. Jangan sampai juga seperti unta yang akan masuk ke lubang jarum.

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلادِ (196) مَتاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْواهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهادُ (197)  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصابِرُوا وَرابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (200)

“Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kalian beruntung.” (QS Ali Imron; 196, 197 dan 200).

Tags: jarumldiipasir

Comments 5

  1. Fauzi Achmadi says:
    6 years ago

    Alhamdulillah Jaza Kallaahu Khoiron, semoga menambha kepahaman kita dan meningkatkan mutu pemahaman kita terhadap ajaran agama islam…

    Reply
  2. Sari says:
    6 years ago

    Alhamdulillah Jazakallahukhoiro. Semoga kita semua tetap berada di dalam lindungan Allah, tidak terpengaruh dunia ila yaumil kiamah. Semangat terus ngajinya. Bagus artikelnya min, perbanyak lagi nasehatnya ttg dunia dan akhir zaman ya min. 🙂

    Reply
  3. Rofiq says:
    5 years ago

    Sehat selalu buat semua tim ldii..motivasi tanpa henti buat kita sebagai pembaca agar ttep terjaga dalam keimanan hingga pol pati..barokalloh

    Reply
  4. Rini says:
    5 years ago

    Nasehat nya bagus,,,lanjuuuuuut

    Reply
  5. Feb says:
    5 years ago

    Jazaa kumullohu khoiro.. Sering2 posting artikel kaya gini yaa untuk nasehat, dulu juga suka posting artikel kisah sahabat dan nabi. Kangen juga😁

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Wartoyo Jamaah on LDII Ingatkan Bahaya Pemberontakan Gaya Baru Melalui Disinformasi Digital
  • Angka DH on Tutup Pelatihan Jurnalistik, DPP LDII Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Media Digital
  • Luluk Mutia on Lahir Ikhlas
  • Mustofa lutfi jambi kota dua bahar1 on Ini Dia Empat Kebahagiaan Sejati Seorang Muslim
  • Nanang Naswito on LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
Lahir Ikhlas

Lahir Ikhlas

3
Ketua Umum DPP LDII: Masjid Harus Jadi Sumber Perdamaian

Ketua Umum DPP LDII: Masjid Harus Jadi Sumber Perdamaian

2
LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan

LDII Helat Pelatihan di Mimika, Ajak Generasi Muda Bijak Medsos dan Aktif Publikasikan Kegiatan

2
LDII Pasar Kliwon Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Muda

LDII Pasar Kliwon Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Muda

2
LDII Enrekang Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Kembangkan Pangan Lokal

LDII Enrekang Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Kembangkan Pangan Lokal

September 30, 2026
Jelang Pindah Tugas, Kapolres Tana Toraja dan LDII Perkuat Sinergi dan Kerukunan

Jelang Pindah Tugas, Kapolres Tana Toraja dan LDII Perkuat Sinergi dan Kerukunan

September 30, 2026
LDII dan Polres Sumbawa Barat Buka Ruang Kolaborasi Bidang Kebangsaan hingga Lingkungan

LDII dan Polres Sumbawa Barat Buka Ruang Kolaborasi Bidang Kebangsaan hingga Lingkungan

September 30, 2026
Generus LDII Pasangkayu-Lamasi Perkuat Silaturahim dan Tukar Pengalaman

Generus LDII Pasangkayu-Lamasi Perkuat Silaturahim dan Tukar Pengalaman

September 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Enrekang Gandeng Dinas Ketahanan Pangan Kembangkan Pangan Lokal September 30, 2026
  • Jelang Pindah Tugas, Kapolres Tana Toraja dan LDII Perkuat Sinergi dan Kerukunan September 30, 2026
  • LDII dan Polres Sumbawa Barat Buka Ruang Kolaborasi Bidang Kebangsaan hingga Lingkungan September 30, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.