MAKKAH (27/4). Konsul Jenderal Republik Indonesia, Yusron B. Ambary, secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis bagi tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026 yang akan bertugas di wilayah Makkah. Kegiatan itu dilaksanakan di Hotel Alwahda, Makkah, pada Senin-Rabu, 27-29 April 2026.
Yusron menyebutkan sebanyak lebih dari 700 tenaga pendukung disiapkan untuk membantu operasional haji, mulai dari pelayanan di hotel jemaah, dapur konsumsi, transportasi, hingga pemantauan jemaah di kawasan Markaziah. “Mereka akan ditempatkan di berbagai titik layanan, termasuk membantu jemaah yang tersesat atau membutuhkan bantuan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar tenaga pendukung berasal dari mukimin Indonesia di Arab Saudi serta mahasiswa Indonesia di Timur Tengah yang memiliki kemampuan bahasa Arab, sehingga dinilai siap berinteraksi langsung dengan berbagai pihak di lapangan.
Yusron menekankan tiga poin utama yang harus menjadi pegangan seluruh tenaga pendukung. Pertama, kesadaran bahwa tugas mereka adalah melayani tamu Allah, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kedua, kesiapan bekerja keras yang ia ibaratkan dengan filosofi “tepung”, yakni siap menghadapi situasi tidak mudah demi menghasilkan pelayanan terbaik bagi jemaah.
“Seperti tepung yang mungkin berantakan di awal, tapi menghasilkan sesuatu hal yang baik di akhir. Begitu juga pelayanan haji, harus siap kerja keras demi jemaah yang mabrur,” jelasnya.
Ketiga, pentingnya kerja sama tim antara seluruh unsur PPIH. Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak ditentukan oleh individu, melainkan kekompakan tim. “Saya tidak percaya Superman, yang ada adalah super tim,” tegasnya.
Yusron berharap, melalui pembekalan ini, para tenaga pendukung dapat menjalankan tugas dengan semangat tinggi serta memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. (Faqih/MCH 2026)












