Denpasar (22/4). Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Provinsi Bali menggelar sosialisasi pemilahan sampah pada pengajian rutin wanita yang diikuti mayoritas para ibu. Kegiatan itu sebagai upaya peningkatan kesadaran warga dalam mengelola sampah lingkungan rumah tangga.
Sosialisasi yang digelar secara hybrid pada Minggu, (19/4/2026) itu dilatarbelakangi kondisi pengelolaan sampah di Bali yang kian memprihatinkan. Seperti penumpukan sampah di sejumlah titik serta keterbatasan kapasitas tampung tempat pembuangan akhir (TPA), menjadikan distribusi sampah terganggu.
Melalui edukasi tersebut, peran ibu dalam keluarga dinilai penting dalam membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dini serta menjadi penggerak kesadaran untuk bijak mengelola sampah di lingkungan rumah tangga.
Dalam sosialisasi tersebut, Ketua Biro PPKK Hj. Ni Made Winiati didampingi Nurul Asmi Hidayah memaparkan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu organik, anorganik, B3, dan residu. Peserta juga diingatkan bahwa tidak semua sampah dapat didaur ulang, sehingga diperlukan penanganan yang tepat sejak dari rumah.
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk menerapkan prinsip 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang), sebagai langkah sederhana dalam mengurangi volume sampah rumah tangga.
Sementara itu, anggota Biro PPKK lainnya Hj. Isti Mei Safitri mengatakan, ia berharap kegiatan itu nantinya berdampak nyata bagi masyarakat. “Semoga LDII dapat terus berkontribusi untuk bangsa dan negara melalui hal-hal sederhana yang dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan kekompakan, diharapkan dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.
Ia juga berharap para warga saling bersinergi, bekerja sama, serta meningkatkan kepedulian dalam memilah sampah dari rumah guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.(dea)











