Denpasar (16/4). DPW LDII Provinsi Bali menggandeng para pemuda mendukung gerakan penanaman mangrove. Kegiatan tersebut diinisiasi Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri di Mangrove Arboretum Park, Denpasar.
Penanaman yang digelar pada Jumat (10/4/2026) itu dihadiri Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik. Pada kesempatan itu ia mengatakan, dengan tindakan penyelamatan kawasan pesisir, dapat mendorong adanya nilai tambah dari kegiatan pelestarian alam ini.
“Kita harus ubah polanya, menanam mangrove jangan hanya berorientasi pada upaya menjaga ekologi, tapi juga harus mampu mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pesan Akmal Malik.
Sementara itu Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi aksi peduli lingkungan ini karena dinilai selaras dengan komitmen Pemprov Bali dalam menjaga ekosistem alam. Ia menyoroti pentingnya penanaman mangrove sebagai langkah krusial untuk menangkal abrasi pesisir yang kian parah.
“Menurut catatan, dalam kurun waktu 10 tahun, luas daratan Bali berkurang sekitar 40 km persegi yang terjadi di kawasan Bali Selatan dan Utara. Kegiatan itu akan semakin memotivasi kami untuk bergerak bersama, karena menjaga lingkungan adalah hal prioritas dan mendesak yang harus melibatkan semua komponen masyarakat,” tegas Gubernur Koster.
Lebih lanjut, Gubernur Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam demi pariwisata. Mengingat Bali memberikan kontribusi devisa yang sangat besar bagi negara, yakni menyumbang 55 persen devisa pariwisata nasional dengan total belanja wisatawan asing mencapai Rp176 triliun. Menjaga Bali tetap bersih dan nyaman menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam acara itu, para pengurus DPW dan pemuda LDII Bali bersama sekitar 150 peserta lainnya berpartisipasi dalam penyerahan bibit bakau secara simbolis dan penanaman bersama.
”Kami warga LDII sangat senang bisa berpartisipasi nyata merawat lingkungan dengan menanam bakau. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi gerakan pelestarian lingkungan yang lebih luas,” ujar Bendahara DPW LDII Bali, Sholikin Agus Riyanto.
Agus menegaskan, menjaga kelestarian hutan mangrove di kawasan pesisir Pulau Dewata bukan lagi sekadar kewajiban ekologis, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk melindungi keindahan alam Bali sekaligus mewariskan keseimbangan lingkungan bagi generasi mendatang. (dea)












