Serang (31/7). DPW LDII Provinsi Banten mengukur ulang arah kiblat sebagai tindak lanjut arahan DPP LDII dan Kementerian Agama RI. Pengukuran ulang tersebut untuk memastikan akurasi arah salat di tempat ibadah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung DPW LDII Banten, Rabu (15/7/2026), bertepatan dengan momentum rashdul kiblat ketika posisi matahari berada tepat di atas Kabah. Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menjelaskan pengukuran ulang arah kiblat dilakukan sebagai upaya memberikan kepastian kepada masyarakat, dalam menjalankan ibadah dan memastikan fasilitas ibadah tetap memenuhi standar ketepatan arah kiblat.
“Dengan adanya posisi matahari akibat rotasinya, pengukuran ulang arah kiblat menjadi penting agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih yakin,” ujar Dimo.
Mengacu pada kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena rashdul kiblat terjadi sekitar pukul 16.27 WIB ketika matahari berada tepat di atas Kabah. Kondisi tersebut menjadi waktu yang tepat untuk memverifikasi arah kiblat secara akurat.
Dimo mengimbau seluruh masjid dan musala, termasuk yang berada di lingkungan LDII, memanfaatkan momentum tahunan tersebut untuk melakukan pengecekan arah kiblat. “Akurasi arah kiblat merupakan standar dasar sebuah fasilitas ibadah. Setelah dilakukan pengukuran, tanda kiblat disesuaikan,” katanya.
Menurut Dimo, Gedung DPW LDII Banten yang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan organisasi, baik internal maupun eksternal, baru pertama kali menjalani verifikasi arah kiblat sejak difungsikan.
“Setelah gedung LDII Banten dilakukan pengukuran, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga LDII maupun organisasi kemasyarakatan lainnya agar senantiasa menjaga kualitas fasilitas ibadah, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya presisi arah kiblat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) DPW LDII Banten, Choirul Hadi, mengatakan pengukuran ulang bertujuan memberikan ketenangan kepada jemaah saat melaksanakan ibadah.
“Kami ingin memastikan ibadah di Gedung LDII Banten dan Pondok Pesantren Baitul Ulum El Musawwa berjalan sesuai tuntunan syariat. Jemaah perlu merasa tenang saat melaksanakan salat, dan ketenangan itu diawali dengan keyakinan bahwa arah kiblat sudah benar,” katanya.
Choirul juga menginstruksikan jajaran biro dan pengurus LDII di tingkat kabupaten/kota hingga kelurahan untuk melakukan pengecekan arah kiblat di masjid, musala, pondok pesantren, maupun rumah warga LDII. Menurutnya, momentum rashdul kiblat yang terjadi setiap tahun merupakan kesempatan terbaik untuk memastikan kembali ketepatan arah salat.
Pengukuran arah kiblat turut disaksikan pengasuh Pondok Pesantren Baitul Huda Subang, Ustadz Arifa Zuhri, dan pengurus Pondok Pesantren Aulia Purwakarta, Ustaz Rofiq Alfatah, yang sedang melakukan kunjungan studi tiru.
“Alhamdulillah bisa turut praktik di sela kunjungan silaturahim ke Banten. Di pondok kami juga para pengurus melaksanakan hal yang sama untuk memastikan arah kiblat yang benar,” ujar Arifa Zuhri.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPW LDII Banten, pengurus Pondok Pesantren Baitul Ulum El Musawwa, serta tamu dari sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat, sebagai bagian dari edukasi pentingnya menjaga akurasi arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah.













