Gresik (2/10). DPW LDII Jawa Timur bersama Dinas (Dinkes) Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar Gerakan Serentak Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung DPD LDII Kabupaten Gresik. Pelaksanaan seremoni CKG serentak tersebut dihelat pada Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti secara daring di 38 DPD Kabupaten/Kota seJawa Timur dengan menggandeng Dinkes setempat, “CKG menjadi bentuk kolaborasi DPW LDII Jawa Timur dan Dinkes Jatim dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Kolaborasi ini menjadi bentuk pembagian peran antara ulama dan tenaga kesehatan dalam mengajak masyarakat menjalani hidup sehat,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi.
Amrodji menjelaskan, konsep tersebut sejalan dengan dalil yang mengajarkan manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Menurutnya, aspek halal menjadi ranah ulama, sedangkan aspek baik berkaitan dengan kesehatan menjadi bidang yang dipahami tenaga medis.
“Kalau mengutip dalil, wahai manusia makanlah dengan yang halal dan baik. Halal itu ranahnya ulama, sedangkan baik itu ranahnya medis atau tenaga kesehatan yang mengetahui ilmunya. Maka kolaborasi ini sudah sangat tepat sekali,” katanya.
Amrodji mengatakan CGK tersebut target menyasar 40 ribu warga di lingkungan masjid dan pesantren naungan LDII. Ia berharap setelah kegiatan CKG, masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan mendorong warga untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat.
“Setelah ini diharapkan bisa berkelanjutan dengan memberikan pelayanan yang lebih intens dari Dinkes, sehingga masyarakat bisa terus memeriksa kesehatannya secara berkala ke puskesmas terdekat,” ujarnya.
Ia menegaskan keterlibatan LDII dalam pelaksanaan CKG secara serentak juga didasari adanya kepentingan yang sejalan dengan program pemerintah. Salah satunya mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono mengatakan program CKG merupakan salah satu bentuk kebijakan untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan prinsip kesehatan bahwa mencegah penyakit jauh lebih baik dan bermanfaat dibandingkan mengobatinya.
Ia juga menegaskan masyarakat yang sudah mengalami sakit tetap akan mendapatkan penanganan secara maksimal. Ia menjelaskan Dinkes Jatim mulai mengubah strategi pelaksanaan CKG dari yang sebelumnya lebih banyak berbasis fasilitas kesehatan menjadi berbasis komunitas. Dengan pola tersebut, layanan kesehatan diharapkan bisa lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami mengajak berbagai komunitas yang memiliki kegiatan dengan banyak peserta untuk berkoordinasi dengan tim kesehatan agar layanan CKG dapat dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Kalau Bapak Ibu punya kegiatan mengumpulkan orang dan ingin mendapatkan manfaat tambahan, hubungi tim kami supaya CKG bisa hadir,” ujarnya
Ia berharap upaya pencegahan melalui CKG dan edukasi kesehatan dapat terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan. “Kita semua jauh lebih nyaman kalau lebih banyak yang sehat,” tutupnya.















