Kediri (7/10). DPD LDII Kota Kediri bersama Dinas Kesehatan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak di tiga pondok pesantren. Kegiatan tersebut menyasar 1.700 santri dan warga di tiga wilayah kecamatan di Kota Kediri.
Salah satu pelaksanaan CKG berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Hakim Al-Fatah, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, yang diikuti sekitar 200 peserta pada Minggu (13/9/2026). Peserta terdiri atas santri dan masyarakat sekitar, khususnya warga RT 01 dan RT 03.
Ketua PC LDII Kecamatan Mojoroto, Budianto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memfasilitasi masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan sekaligus mendeteksi potensi penyakit sejak dini.
“Layanan pemeriksaan ini ditujukan untuk memfasilitasi santri serta masyarakat sekitar, khususnya warga RT 01 dan RT 03, Kecamatan Mojoroto, dalam memantau kondisi kesehatan dan mengantisipasi potensi penyakit secara dini,” kata Budianto.
Menurutnya, kegiatan CKG merupakan bagian dari gerakan pemeriksaan kesehatan massal yang dilaksanakan LDII di berbagai wilayah Jawa Timur. Dalam pelaksanaan di Pondok Pesantren Nurul Hakim Al-Fatah, panitia menerjunkan 12 tenaga kesehatan yang dibagi menjadi dua tim medis.
“Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), agar masyarakat yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan dapat segera memperoleh tindakan atau rujukan medis lanjutan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, CKG di Kota Kediri dilaksanakan di tiga titik. Selain Pondok Pesantren Nurul Hakim Al-Fatah di Kecamatan Mojoroto dengan sasaran 200 peserta, pemeriksaan juga digelar di wilayah Kecamatan Kota dengan sasaran 500 peserta dan Kecamatan Pesantren dengan sasaran terbesar 1.000 peserta di Pondok Pesantren Al-Manshurin.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, mengatakan pembagian lokasi pemeriksaan menjadi tiga titik dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada santri dan masyarakat.
“Aksi sosial ini merupakan kontribusi LDII dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada bidang kesehatan. Langkah ini sekaligus mendukung tercapainya pilar kesehatan dalam program Asta Cita Presiden. Secara total, sasaran di Kota Kediri mencapai 1.700 orang,” kata Agung.
Untuk mendukung pelaksanaan CKG tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kediri mengerahkan tenaga kesehatan dari sembilan puskesmas yang bertugas di tiga lokasi. Staf Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Nana Mahmudah, mengatakan pemeriksaan kesehatan tersebut penting untuk mendorong masyarakat melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
“Dengan cek kesehatan ini, kita dapat membantu deteksi dini penyakit seperti kolesterol, diabetes, dan lainnya. Program CKG ini sangat krusial sebagai pendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat serta melakukan penanganan medis lebih awal jika ditemukan indikasi penyakit,” ujar Nana.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kediri, Rini, mengapresiasi kolaborasi antara LDII dan pemerintah daerah dalam memperluas cakupan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Rini, pemeriksaan dasar seperti pengukuran berat dan tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga konsultasi kesehatan dapat menjadi indikator awal untuk mengetahui faktor risiko kesehatan.
“Kami mengapresiasi inisiatif dan kolaborasi yang dibangun oleh LDII untuk kegiatan cek kesehatan gratis ini. Pemeriksaan dasar seperti timbang berat badan, tinggi badan, tensi darah, gula darah, hingga konsultasi kesehatan ini penting sebagai indikator awal screening kesehatan warga,” katanya.
Rini menambahkan, cakupan pemeriksaan CKG di Kota Kediri baru mendekati 60 persen dari target keseluruhan. Karena itu, kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dinilai dapat membantu memperluas jangkauan sekaligus mempercepat cakupan pelayanan kesehatan.
“Pemeriksaan ini penting untuk deteksi dini faktor risiko penyakit seperti hipertensi dan obesitas. Jika ditemukan lebih awal, kita bisa berikan arahan medis agar tidak berlanjut menjadi komplikasi yang lebih berat,” ujarnya.
Kolaborasi LDII dengan fasilitas kesehatan di Kota Kediri juga telah berlangsung sebelum pelaksanaan CKG. Di Kecamatan Mojoroto, misalnya, LDII dan Puskesmas Campurejo sebelumnya bekerja sama dalam inspeksi dan pemantauan sanitasi pondok serta sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bagi santri.
Perwakilan Puskesmas Campurejo, Mumalikah, mengapresiasi kesiapan pengurus pesantren dalam mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tersebut. Menurutnya, fasilitas dan sarana yang disiapkan pengurus pesantren turut mendukung kelancaran pelayanan.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar sesuai rencana. Koordinasi dengan pengurus pondok pesantren juga berjalan dengan baik. Pengurus sangat komunikatif dan sangat membantu petugas selama kegiatan berlangsung,” kata Mumalikah.
Pelaksanaan CKG di lingkungan pesantren diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memperkuat kesadaran santri dan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan pemeriksaan secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

