Bengkulu (23/10). DPD LDII Kabupaten Bengkulu Selatan menghadiri undangan “Kampanye Penggerakkan Masyarakat Terkait Pencegahan Stunting Tahun 2026”. Acara itu diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan.
“Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, hingga komunitas masyarakat. Terutama mengenai pemenuhan kebutuhan gizi, memelihara kesehatan ibu dan anak, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini,” ujar narasumber kampanye, Aprillia, di Masjid Al Amin, Bengkulu Selatan, Bengkulu, pada Rabu (14/10/2026).
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan tersebut mengungkapkan, pencegahan stunting memerlukan perhatian sejak masa kehamilan, “Hingga anak berusian dua tahun. Periode ini dikenal sebagai 1.000 hari pertama kehidupan (HPK),” tutur Aprillia.
Selain itu, pencegahan anemia pada remaja putri dan calon ibu juga menjadi perhatian melalui edukasi kesehatan serta konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan. Mendorong peningkatan konsumsi protein hewani, seperti telur, ikan, dan daging, bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sesuai kebutuhan gizinya.
Langkah tersebut perlu didukung dengan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui penimbangan bulanan di Posyandu. Dengan pemantauan berkala, pertumbuhan anak dapat dievaluasi dan risiko gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih dini untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Aprillia berpesan, selain pemenuhan gizi, aspek sanitasi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih, menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. “Hal lain yang penting adalah memenuhi kebutuhan gizi ibu selama kehamilan. Melakukan pemeriksaan secara rutin, memberikan ASI eksklusif dan memberikan makanan pendamping ASI sesuai usia dan kebutuhan anak,” jelasnya.
Sementara itu, Pengurus DPD LDII Bengkulu Selatan, Mu’ad mengungkapkan, kegiatan itu sangat positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, “Mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak,” imbuhnya.
Mu’ad berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, “Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh salah satu pihak saja. Tetapi membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kampanye penggerakan masyarakat tahun 2026 ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting semakin meningkat. Sinergi semua pihak mampu memperkuat upaya pencegahan sejak dini demi mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bengkulu Selatan.

