Banjarmasin (21/6). Semangat kepedulian sosial warga LDII Provinsi Kalimantan Selatan pada Idul Adha 1447 H lalu mencapai angka miliaran. Ketua DPW LDII Kalimantan Selatan, Dedi Supriatna mengapresiasi antusiasme warga dalam ibadah kurban tahun ini.
Menurutnya, nilai kurban tersebut menunjukkan konsistensi ketakwaan serta kepedulian sosial warga LDII di ‘banua’. “Alhamdulillah, semangat berkurban warga LDII di Kalimantan Selatan senantiasa tinggi dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Ini adalah bentuk manifestasi keimanan sekaligus kepedulian nyata terhadap sesama,” katanya pada Rabu (27/05).
Jelang hari raya, panitia mencatat jumlah hewan kurban mencapai 484 ekor sapi, dua ekor kerbau, dan 115 ekor kambing yang dihimpun kolektif dari warga LDII di lingkup kabupaten atau kota se-Kalimantan Selatan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan perolehan tahun 2025 lalu yang mengumpulkan 455 ekor sapi, 2 ekor kerbau, dan 85 ekor kambing.
Untuk memastikan proses penyembelihan berjalan tertib, higienis, dan menjangkau masyarakat luas, DPW LDII Kalsel telah memetakan kurang lebih 82 titik lokasi penyembelihan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Dari puluhan titik tersebut, panitia siap mendistribusikan sebanyak 103.350 kupon daging kurban.
Dedi Supriatna juga menegaskan, esensi ibadah kurban tahun ini yang mengusung tema ‘Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi’. Tema itu menjadi komitmen moral organisasi agar manfaat daging kurban dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat luas secara inklusif.
“Kami berharap pelaksanaan ibadah kurban oleh warga LDII di Kalimantan Selatan dapat dirasakan dan disambut riang gembira oleh masyarakat di lingkungannya masing-masing tanpa membedakan latar belakang, terutama dari kalangan yang memerlukan,” jelas H. Dedi.
Lebih lanjut, ia berharap momentum ini menjadi instrumen penting untuk merajut persatuan di tengah situasi global yang dinamis, “Semoga ini menjadi momentum untuk semakin mempererat tali persaudaraan dan membangun kekompakan, baik sesama muslim, sesama warga bangsa, maupun sesama manusia di tengah gelombang ketidakpastian,” pungkasnya. (LINES Kalsel)

