Tarakan (23/9). DPW LDII Kalimantan Utara (Kaltara) menghadiri undangan silaturahim Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA). Kegiatan yang berlangsung di Room Pavilion Bukit Bintang, Tarakan tersebut, juga dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat.
Pertemuan pada Sabtu (19/9/2026) itu dipimpin Kepala BINDA Kaltara Andri Mirhadi dan juga dihadiri Sekda Kota Tarakan Abdul Aziz Hasan, Kesbangpol, Ketua FKUB KH. Zainuddin Dalila, serta 14 ketua paguyuban dan tokoh adat, termasuk Ketua DPW LDII Kaltara Jaet Ahmad Fatoni.
Pada kesempatan itu, Kepala BINDA Kaltara Andri menekankan, ancaman keamanan banyak bermula dari hoax di media sosial. “Kondusivitas harus dijaga bersama terutama akan berdampak pada perekonomian, misalnya berkurangnya investor jika daerah terlibat konflik,” kata dia.
Senada dengan Andri, Sekda Kota Tarakan Abdul Aziz turut menyepakati tiga langkah konkret sebagai tindak lanjut yakni membentuk pertemuan rutin tokoh agama dan tokoh masyarakat, dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tarakan.
Selain itu membuat wadah komunikasi sebagai sarana klarifikasi cepat, serta penertiban oknum yang mengatasnamakan adat untuk kepentingan pribadi. Menanggapi pernyataan dalam rapat tersebut, Ketua DPW LDII Kaltara Jaet Ahmad Fatoni mengapresiasi serta mendukung kebijakan tersebut, dengan edukasi warga terkait bijak bermedsos.
“Kami dari LDII Kaltara siap menjadi perekat. Kami sepakat keamanan bermula dari medsos. LDII akan terus mengedukasi warga untuk bijak bermedsos dan siap bergabung untuk sinergi lanjutan terkait Dewan Pertimbangan Kota yang diusulkan untuk antisipasi konflik,” ujar Jaet.
Usai pertemuan tersebut, para peserta berkomitmen untuk membuat kegiatan, berupa konsolidasi lanjutan di dalam komunitas masing-masing. LDII Kaltara mengupayakan bijak bermedsos tersebut, disisipkan dalam pengajian-pengajian rutin warganya dalam bentuk nasehat agama.















