Batam (23/4). DPW LDII Kepulauan Riau menghelat pembekalan calon jamaah haji dengan manasik dan edukasi kesehatan. Acara itu diikuti 18 calon jamaah haji warga LDII tahun keberangkatan 2026, di Masjid Miftahul Huda, Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu (18/4/2026).
“Calon jamaah haji dari warga LDII telah dibekali manasik haji sebanyak 10 kali teori dan 1 kali praktik. Simulasinya, kami laksanakan di Asrama Haji, Batam, yang telah dilengkapi miniatur Masjidil Haram,” ujar Ketua Tim Haji LDII Kepualauan Riau, Haikal Hamid.
Lebih lanjut, calon jamaah haji tersebut, akan mengambil miqat di Bir Ali (Dzulhulaifah), dan melaksanakan ibadah Arbain di Madinah, sebelum melanjutkan rangkaian haji di Makkah.
Terkait rencana keberangkatan, Haikal mengatakan, para calon jamaah haji tersebut, akan diberangkatkan melalui Embarkasi Hang Nadim Batam, menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
“Jamaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter pertama yang berasal dari Tanjungpinang dan Bintan dijadwalkan berangkat pada Rabu, 22 April 2026, pukul 11.35 WIB. Sementara kloter kedua dari Batam akan menyusul pada Kamis, 23 April 2026 pada jam yang sama,” pungkas Haikal.
Haikal menjelaskan, seluruh jamaah akan menjalani masa karantina sehari sebelumnya di Asrama Haji Batam. “Berdasarkan jadwal, jamaah direncanakan kembali ke tanah air pada 2–3 Juni 2026 melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Kepulauan Riau, Rulifa Syahroel mengajak calon jamaah haji untuk disiplin mengikuti aturan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. “Mengingat cuaca yang ekstrem di Arab Saudi, jamaah harus menjaga kesehatan. Cukup hidrasi dan patuh pada arahan tim medis,” pungkasnya.
Rulifa juga berpesan, jamaah tidak salah niat dalam menunaikan ibadah haji. “Semoga meraih kemabruran ibadah haji. Sepulang dari Arab Saudi, jadilah teladan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Menutup arahan bagi calon jamaah haji, Dewan Penasihat DPW LDII Kepri, Santoso menegaskan pentingnya menjaga kemabruran haji. “Ibadah haji bukan mengejar status. Jamaah harus istiqomah dalam beribadah, serta menjaga perilaku dan akhlak. Niatkan semua karena Allah,” pesannya.











