Klaten (6/5). DPD LDII Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran Klaten menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan kebakaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren An-Nur Kampus 2 Jambukulon, Ceper, Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII memperkuat kesiapsiagaan santri dan lingkungan pesantren dalam menghadapi potensi bencana. Program bertema “Mewujudkan Pesantren Tangguh dan Aman dari Bencana Api” diikuti puluhan santri, pengurus pondok, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan Senkom Mitra Polri dan mendapat dukungan dari PC LDII Kecamatan Ceper. LDII Klaten mendorong kolaborasi lintas sektor agar edukasi kebencanaan dapat menjangkau lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Wakil Ketua PC LDII Kecamatan Ceper, Rida Kusardianto, menyampaikan pelatihan tersebut menjadi bagian dari perhatian LDII terhadap aspek keselamatan di lingkungan pesantren. Ia menilai pembekalan keterampilan praktis penting bagi santri yang tinggal di lingkungan dengan aktivitas padat.
“Kami ingin santri memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengambil langkah cepat dan tepat saat terjadi kebakaran,” ujarnya. Ia juga menambahkan pelatihan ini dapat meningkatkan kedisiplinan serta kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Perwakilan Damkar Klaten, Sujud Almustakim, menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini. Ia menyebut lingkungan pesantren memiliki risiko tersendiri karena aktivitas berlangsung hampir sepanjang hari. Ia juga mengingatkan pentingnya pengecekan instalasi listrik dan pengelolaan sumber api di lingkungan pondok.
“Melalui pelatihan ini, kami membangun pemahaman dasar terkait penyebab kebakaran, cara pencegahan, hingga teknik penanganan awal. Santri perlu mengetahui penggunaan alat pemadam api ringan serta prosedur evakuasi agar tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” katanya.
Dalam sesi praktik, peserta mendapatkan materi mulai dari identifikasi potensi kebakaran hingga simulasi pemadaman api menggunakan APAR. Simulasi dilakukan secara langsung dengan pendampingan petugas Damkar agar santri memahami langkah-langkah yang harus dilakukan di lapangan. Metode interaktif dipilih agar peserta memperoleh pengalaman yang lebih aplikatif.
Sujud Almustakim menjelaskan peran Damkar tidak hanya terbatas pada pemadaman api. Petugas juga menjalankan fungsi penyelamatan dan evakuasi korban, penanganan hewan berbahaya, serta bantuan dalam kecelakaan lalu lintas. Selain itu, Damkar terlibat dalam inspeksi bangunan, edukasi masyarakat, serta penanganan bahan berbahaya.
“Kami juga mendorong pembentukan relawan kebakaran di masyarakat agar respons awal bisa dilakukan lebih cepat sebelum petugas tiba di lokasi,” ujarnya.
Ketua Pondok An-Nur Kampus 2 Jambukulon, Sri Widodo, mengapresiasi sinergi antara LDII dan Damkar dalam kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi santri dalam membangun kesiapan menghadapi risiko bencana.
“Kegiatan ini membantu santri memahami pentingnya kewaspadaan dan kedisiplinan. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut agar lingkungan pondok semakin aman,” ucapnya.

