Depok (23/9). Wakil Sekretaris DPD LDII Kota Depok, Diki Wahyu menghadiri Maulid Perjuangan yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok. Kegiatan itu digelar di Alun-Alun Timur Grand Depok City (GDC), pada Minggu (20/9/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri menyoroti perkembangan toleransi di Kota Depok. Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeringkatan yang disebutkannya, posisi Depok mengalami kenaikan 18 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun-tahun sebelumnya Depok terkenal dengan kota intoleran yang masuk di dalam 10 besar kota paling intoleran, alhamdulillah tahun kemarin kita sudah naik tingkat 18 peringkat sehingga kita tidak lagi menjadi kota intoleran,” kata Supian.
Menurut Supian, perubahan tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen warga. Ia mengatakan, pemerintah terus mendorong ruang perjumpaan yang inklusif sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan silaturahmi di tengah masyarakat.
“Karena sejatinya hadirnya sebuah kota, hadirnya satu tempat adalah rumah buat bersama, rumah kita semua, kita tidak bercerita dari mana agama kita atau apa agama kita, dari mana suku kita, dan dari mana latar belakang kita,” tegasnya.
Maulid Perjuangan tersebut mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW dalam Iman, Akhlak, dan Pengabdian untuk Rakyat”. Kegiatan itu dihadiri masyarakat serta sejumlah tokoh agama, pejabat daerah, dan organisasi kemasyarakatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda Maulid Nabi pertama yang dilaksanakan pada masa kepemimpinannya. “Alhamdulillah atas kehendak Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini dalam agenda Maulid Nabi Perjuangan. Ini merupakan agenda PDI Perjuangan yang pertama di periode kepemimpinan saya,” ujar Yuni.
Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD LDII Kota Depok Diki Wahyu mengatakan kehadiran LDII dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial dan silaturahmi antarelemen masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat silaturahim antara pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat Kota Depok,” ujarnya.

