Sidoarjo (5/10). Pemuda LDII Desa Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur mendorong generasi muda mengenali potensi diri sebagai dasar menentukan pilihan pendidikan dan karier. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Mugi Barokah, Masjid Baitul Azizah, Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pemuda yang sedang menempuh pendidikan, telah bekerja, maupun sedang mencari pekerjaan. Ketua PAC LDII Desa Medaeng sekaligus pemateri, Bayu A. Satria, mengatakan pemetaan potensi diri penting, agar pemuda dapat menentukan arah pengembangan sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.
Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda sehingga fokus utama bukan membandingkan diri dengan orang lain, melainkan memahami posisi saat ini dan menentukan langkah untuk mencapai tujuan, “Yang penting bukan membandingkan perjalanan kita dengan orang lain, tetapi mengetahui posisi kita sekarang, mau menuju ke mana, dan apa yang perlu disiapkan untuk sampai ke sana,” ujarnya.
Bayu menjelaskan, perubahan teknologi dan dinamika kebutuhan dunia kerja menuntut pemuda terus meningkatkan kompetensi. Karena itu, kemampuan belajar, beradaptasi, membangun jaringan, dan membaca peluang perlu menjadi bagian dari proses pengembangan diri.
Dalam diskusi, peserta memetakan sejumlah pilihan masa depan, mulai dari bekerja di sektor swasta, BUMN, pemerintahan, TNI-Polri, bekerja ke luar negeri, melanjutkan pendidikan, hingga membangun usaha, dengan mempertimbangkan potensi, minat, dan kompetensi masing-masing.
Pembina Pemuda LDII Desa Medaeng, Choirul Basirin, menekankan pentingnya menempatkan pendidikan dan pengembangan karier dalam kerangka kehidupan yang seimbang. Menurutnya, cita-cita, pendidikan, pekerjaan, maupun usaha perlu diarahkan tidak hanya untuk pencapaian duniawi, tetapi juga menjadi bagian dari bekal kehidupan akhirat.
“Silakan memiliki cita-cita, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja, maupun membangun usaha. Tetapi semuanya jangan hanya untuk mengejar kehidupan dunia. Jadikan apa yang kita miliki dan kita kerjakan sebagai bekal untuk kehidupan akhirat,” tuturnya.
Melalui FGD tersebut, Pemuda LDII Desa Medaeng diarahkan untuk mengenali kekuatan dan potensi diri, menentukan pilihan pendidikan maupun karier, serta menyusun langkah pengembangan secara realistis. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan arah pengembangan diri yang selaras dengan tantangan masa depan.















