Pacitan (10/9). DPD LDII Kabupaten Pacitan menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga terdampak kemarau. Bantuan tersebut dialirkan kepada warga di Kecamatan Punung dan Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Senkom Mitra Polri, Polsek Punung, dan Polsek Donorojo. Terdapat dua dusun yang menerima bantuan, yakni Dusun Jatisari, Desa Punung di Kecamatan Punung dan Dusun Ploso, Desa Belah, di Kecamatan Donorojo. Masing-masing wilayah menerima satu tangki air berkapasitas sekitar 6.500 liter untuk memenuhi kebutuhan warga dalam satu RT.
Proses penyaluran disaksikan langsung oleh kepala dusun setempat. Relawan LDII Pacitan, Kustiono, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang perlu menjadi perhatian bersama.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, awal musim kemarau 2026 di wilayah Pacitan berlangsung bervariasi, mulai akhir April hingga awal Mei, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus. BMKG juga memprakirakan musim kemarau tahun ini di Jawa Timur berpotensi lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kustiono menjelaskan, kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang menyebabkan warga di kedua dusun membutuhkan pasokan air bersih tambahan. Jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga belum merata menjangkau seluruh rumah warga karena sebagian wilayah belum terpasang pipa distribusi. Selain itu, sumber mata air yang biasa digunakan warga mulai menyusut.
Ia menilai keterbatasan air bersih membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat yang terdampak, tetapi juga menjadi perhatian bersama.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama di tengah menurunnya ketersediaan air dari sumber-sumber yang selama ini menjadi andalan masyarakat setempat.

