Oleh Ketua Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Arafah 9 Zulhijah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, dan Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Tahun ini menjadi momentum yang membahagiakan karena penetapan awal Zulhijah disepakati bersama oleh pemerintah, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, dan Muhammadiyah. Kesepakatan tersebut diharapkan semakin memperkuat *ukhuwah* dan kebersamaan umat Islam dalam menyambut bulan penuh kemuliaan ini.
Bulan Zulhijah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, khususnya 10 hari pertama yang disebut sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada 10 hari pertama Zulhijah. Bahkan, keutamaannya melebihi jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berjuang dengan seluruh jiwa dan hartanya hingga tidak ada yang kembali sedikit pun. Hadis ini diriwayatkan oleh Sahih Bukhari.
Salah satu dalil yang menunjukkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah adalah hadits Ibnu ‘Abbas,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».
“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).
”Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (hartanya habis untuk agama Allah dan gugur sebagai syuhada) [HR.Bukhari]
Momentum Idul Adha dan ibadah kurban merupakan momentum untuk menanamkan nilai ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Kurban mengajarkan umat Islam untuk rela berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan, mengenai ketaatan kepada Allah harus ditempatkan di atas kepentingan duniawi.
Selain ibadah kurban, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah selama 10 hari pertama Zulhijah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Arafah dapat menjadi jalan pengampunan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Tidak hanya itu, bulan Zulhijah juga menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak tobat, meninggalkan kemaksiatan, serta memperbanyak zikir seperti takbir, tahmid, tasbih, tahlil, dan istighfar. Hari-hari mulia ini hendaknya diisi dengan berbagai amal saleh, menjalankan kewajiban agama, memperkuat hubungan dengan Allah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, semangat kurban juga mengajarkan pentingnya berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Daging kurban bukan sekadar untuk konsumsi, melainkan simbol pemerataan dan kebersamaan agar kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Semoga momentum Dzulhijjah tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam, memperkuat keimanan, dan menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas, peduli, dan bertakwa kepada Allah SWT. Semoga Allah memberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan kepada kita semua untuk meraih pahala besar di bulan yang mulia ini.

