Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menanam Pohon, Menumbuhkan Karakter

2025/12/02
in Opini
1
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi*

Ada banyak cara untuk memahami makna sebuah karakter. Salah satu metafora yang paling dekat adalah pohon. Ia tumbuh pelan, tidak tergesa-gesa, tidak bising, tidak menuntut tepuk tangan. Pohon menancapkan akarnya dalam-dalam sebelum terlihat menjulang. Ia memberi manfaat tanpa bertanya siapa yang akan menikmatinya. Dan yang paling indah: ia tetap tumbuh meski penanamnya mungkin tidak lagi ada.

Setiap 28 November, bangsa ini memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Pada tahun 2025, tema yang diangkat adalah “Hijaukan Bumi, Pulihkan Alam.” Tema ini bukan sekadar ajakan ekologis, melainkan juga ajakan moral — mengembalikan keseimbangan hubungan manusia dengan alam. Di dalamnya terkandung pesan akhlak yang mendalam bahwa merusak alam adalah bentuk kezaliman, dan merawat alam adalah wujud akhlakul karimah.

Menanam pohon, dengan demikian, bukan hanya perbuatan fisik. Ia adalah tindakan spiritual dan pendidikan karakter yang berlangsung seumur hidup.

Merasakan manfaat pepohonan bisa saja dua atau tiga dekade setelahnya — bergantung jenis tanamannya. saat pepohonan itu sudah tumbuh besar. Ada yang memberi keteduhan, menjadi rumah burung, menyerap banjir, menahan erosi, dan mendinginkan udara sekitar. Pohon-pohon itu adalah saksi diam dari ketulusan penanamnya. Menanam pohon mengajarkan kepekaan, kesabaran, kepedulian, dan kesadaran bahwa setiap tindakan kecil hari ini akan berdampak besar di masa depan.

Gagasan ini selaras dengan tema nasional “Hijaukan Bumi, Pulihkan Alam”, yang sejatinya adalah panggilan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungan. Dalam konteks pendidikan, ini berarti mengajarkan murid tentang akhlak ekologis — bagaimana memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai amanah.

Dalam pembinaan generasi penerus, LDII mengembangkan 29 Karakter Luhur, yang salah satu pilar utamanya adalah Tri Sukses Generus: akhlakul karimah, alim-fakih, dan mandiri. Akhlakul karimah sering dimaknai dalam tiga dimensi: hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia, dan hubungan dengan diri sendiri. Namun ada satu dimensi yang sering terlupa— akhlak terhadap alam.

Akhlak terhadap alam tercermin dalam cara kita memperlakukan tanah, air, udara, hewan, dan tumbuhan. Menanam pohon adalah praktik paling mudah dan paling nyata dari akhlakul karimah terhadap lingkungan. Dalam satu tindakan itu terkandung kejujuran (merawat apa yang kita tanam), amanah (mengembalikan kesuburan bumi), kerja sama yang baik, kesabaran, kepedulian, dan ketulusan.

Semua karakter luhur itu dapat dipraktikkan dalam aktivitas sederhana: menggenggam tanah, merawat bibit, dan menunggu pohon tumbuh.

Guru memiliki peran strategis dalam proses ini. Guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi penanam nilai. Ketika guru mengajak murid keluar kelas untuk menanam pohon, sesungguhnya sedang mengajarkan hal-hal yang tidak tertulis dalam buku Pelajaran — merawat kehidupan, menghormati ciptaan Allah, mengambil peran dalam memulihkan bumi, selaras dengan semangat nasional tahun 2025.

Di era digital ketika anak-anak semakin jauh dari tanah, lumpur, dan aroma pepohonan, guru menjadi jembatan untuk mengembalikan hubungan mereka dengan alam. Menanam pohon adalah bentuk pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful, pembelajaran yang meresap ke hati, bukan hanya berhenti di kepala.

Tidak ada teknologi yang dapat menggantikan sensasi air meresap ke tanah setelah disiram. Tidak ada kecerdasan buatan yang bisa menggantikan perasaan haru saat melihat tunas kecil muncul beberapa minggu kemudian. Itulah pendidikan karakter yang sejati.

Pohon yang kita tanam hari ini mungkin akan tumbuh lebih tinggi dari kita. Ia akan meneduhkan orang yang tidak kita kenal. Ia akan menjadi rumah bagi makhluk yang tidak pernah melihat kita. Ia akan tetap berdiri saat kita sudah tiada. Dan di situlah hakikatnya – karakter dan pohon sama-sama diwariskan.

Tema “Hijaukan Bumi, Pulihkan Alam” mengingatkan bahwa merawat bumi bukan hanya tugas aktivis lingkungan, tetapi tugas moral setiap manusia. Guru menanam karakter. Murid menanam pohon. Keduanya menanam masa depan Indonesia.

Bangsa yang baik dibangun oleh karakter yang baik, dan karakter yang baik tumbuh dari kebiasaan kecil yang konsisten, termasuk kebiasaan merawat alam.

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: karakterMenanam Pohon

Comments 1

  1. Gathot Wardoyo says:
    2 months ago

    Menanam pohon ternyata bisa jadi jariah juga ya ..trims . Alhamdulillah jazaa kalloohu khoiro mas…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surawan on Bersama NU, Muhammadiyah dan FKUB, LDII Lampung Selatan Silaturahim dengan Bupati
  • Yusuf on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Angka DH on LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen
  • Media Tour Dakwah on Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF
  • RAHMAT WAHID on LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

Hadapi Puncak Haji 2026, Kemenhaj Terapkan Sistem TGF

January 23, 2026
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

January 21, 2026
Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

Laksma TNI Harun Ar-Rasyid: Kami Maksimalkan Pelayanan Saat Armuzna

January 23, 2026
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

January 27, 2026
LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

LDII Siap Akselerasi Program Pembangunan SDM dengan “7 Jurus BK Hebat” dari Kemendikdasmen

5
Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

Gubernur Pramono Anung: “Soal Kebangsaan, LDII Lebih Kebangsaan, Daripada yang Mengaku-ngaku Kebangsaan”

6
LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

LDII Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah di Tana Toraja pada Peringatan Milad ke-113

6
Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

Selaraskan Visi, DPD LDII Tabanan Susun Program Kerja Organisasi

4
Kejati Bekali 1.066 Calon Dai LDII untuk Tangkal Radikalisme dan Intolerasi Beragama

Kejati Bekali 1.066 Calon Dai LDII untuk Tangkal Radikalisme dan Intolerasi Beragama

January 30, 2026
Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tengah Dukung Pembentukan Balai Pengajian LDII

Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tengah Dukung Pembentukan Balai Pengajian LDII

January 30, 2026
Menanggalkan Jubah Kolonial, Refleksi Transisi Hukum Pidana Warisan Belanda ke KUHP Nasional

Menanggalkan Jubah Kolonial, Refleksi Transisi Hukum Pidana Warisan Belanda ke KUHP Nasional

January 30, 2026
LDII Sulteng dan Alkhairaat Tegaskan Peran Dakwah dalam Menjaga Nasionalisme

LDII Sulteng dan Alkhairaat Tegaskan Peran Dakwah dalam Menjaga Nasionalisme

January 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Kejati Bekali 1.066 Calon Dai LDII untuk Tangkal Radikalisme dan Intolerasi Beragama January 30, 2026
  • Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tengah Dukung Pembentukan Balai Pengajian LDII January 30, 2026
  • Menanggalkan Jubah Kolonial, Refleksi Transisi Hukum Pidana Warisan Belanda ke KUHP Nasional January 30, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.