Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menanam Pohon, Menumbuhkan Karakter

2025/12/02
in Opini
1
Ilustrasi: Pinterest.

Ilustrasi: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi*

Ada banyak cara untuk memahami makna sebuah karakter. Salah satu metafora yang paling dekat adalah pohon. Ia tumbuh pelan, tidak tergesa-gesa, tidak bising, tidak menuntut tepuk tangan. Pohon menancapkan akarnya dalam-dalam sebelum terlihat menjulang. Ia memberi manfaat tanpa bertanya siapa yang akan menikmatinya. Dan yang paling indah: ia tetap tumbuh meski penanamnya mungkin tidak lagi ada.

Setiap 28 November, bangsa ini memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Pada tahun 2025, tema yang diangkat adalah “Hijaukan Bumi, Pulihkan Alam.” Tema ini bukan sekadar ajakan ekologis, melainkan juga ajakan moral — mengembalikan keseimbangan hubungan manusia dengan alam. Di dalamnya terkandung pesan akhlak yang mendalam bahwa merusak alam adalah bentuk kezaliman, dan merawat alam adalah wujud akhlakul karimah.

Menanam pohon, dengan demikian, bukan hanya perbuatan fisik. Ia adalah tindakan spiritual dan pendidikan karakter yang berlangsung seumur hidup.

Merasakan manfaat pepohonan bisa saja dua atau tiga dekade setelahnya — bergantung jenis tanamannya. saat pepohonan itu sudah tumbuh besar. Ada yang memberi keteduhan, menjadi rumah burung, menyerap banjir, menahan erosi, dan mendinginkan udara sekitar. Pohon-pohon itu adalah saksi diam dari ketulusan penanamnya. Menanam pohon mengajarkan kepekaan, kesabaran, kepedulian, dan kesadaran bahwa setiap tindakan kecil hari ini akan berdampak besar di masa depan.

Gagasan ini selaras dengan tema nasional “Hijaukan Bumi, Pulihkan Alam”, yang sejatinya adalah panggilan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan lingkungan. Dalam konteks pendidikan, ini berarti mengajarkan murid tentang akhlak ekologis — bagaimana memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai amanah.

Dalam pembinaan generasi penerus, LDII mengembangkan 29 Karakter Luhur, yang salah satu pilar utamanya adalah Tri Sukses Generus: akhlakul karimah, alim-fakih, dan mandiri. Akhlakul karimah sering dimaknai dalam tiga dimensi: hubungan dengan Allah, hubungan dengan manusia, dan hubungan dengan diri sendiri. Namun ada satu dimensi yang sering terlupa— akhlak terhadap alam.

Akhlak terhadap alam tercermin dalam cara kita memperlakukan tanah, air, udara, hewan, dan tumbuhan. Menanam pohon adalah praktik paling mudah dan paling nyata dari akhlakul karimah terhadap lingkungan. Dalam satu tindakan itu terkandung kejujuran (merawat apa yang kita tanam), amanah (mengembalikan kesuburan bumi), kerja sama yang baik, kesabaran, kepedulian, dan ketulusan.

Semua karakter luhur itu dapat dipraktikkan dalam aktivitas sederhana: menggenggam tanah, merawat bibit, dan menunggu pohon tumbuh.

Guru memiliki peran strategis dalam proses ini. Guru bukan hanya penyampai pengetahuan, tetapi penanam nilai. Ketika guru mengajak murid keluar kelas untuk menanam pohon, sesungguhnya sedang mengajarkan hal-hal yang tidak tertulis dalam buku Pelajaran — merawat kehidupan, menghormati ciptaan Allah, mengambil peran dalam memulihkan bumi, selaras dengan semangat nasional tahun 2025.

Di era digital ketika anak-anak semakin jauh dari tanah, lumpur, dan aroma pepohonan, guru menjadi jembatan untuk mengembalikan hubungan mereka dengan alam. Menanam pohon adalah bentuk pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful, pembelajaran yang meresap ke hati, bukan hanya berhenti di kepala.

Tidak ada teknologi yang dapat menggantikan sensasi air meresap ke tanah setelah disiram. Tidak ada kecerdasan buatan yang bisa menggantikan perasaan haru saat melihat tunas kecil muncul beberapa minggu kemudian. Itulah pendidikan karakter yang sejati.

Pohon yang kita tanam hari ini mungkin akan tumbuh lebih tinggi dari kita. Ia akan meneduhkan orang yang tidak kita kenal. Ia akan menjadi rumah bagi makhluk yang tidak pernah melihat kita. Ia akan tetap berdiri saat kita sudah tiada. Dan di situlah hakikatnya – karakter dan pohon sama-sama diwariskan.

Tema “Hijaukan Bumi, Pulihkan Alam” mengingatkan bahwa merawat bumi bukan hanya tugas aktivis lingkungan, tetapi tugas moral setiap manusia. Guru menanam karakter. Murid menanam pohon. Keduanya menanam masa depan Indonesia.

Bangsa yang baik dibangun oleh karakter yang baik, dan karakter yang baik tumbuh dari kebiasaan kecil yang konsisten, termasuk kebiasaan merawat alam.

*) Thonang Effendi adalah Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: karakterMenanam Pohon

Comments 1

  1. Gathot Wardoyo says:
    5 months ago

    Menanam pohon ternyata bisa jadi jariah juga ya ..trims . Alhamdulillah jazaa kalloohu khoiro mas…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Ferry Purwana on Kembangkan Varietas Kopi Unggul di Tana Toraja, Warga LDII Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya
  • Ferry Purwana on Kembangkan Varietas Kopi Unggul di Tana Toraja, Warga LDII Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya
  • Abdul Aziz M on LDII Kudus Audiensi dengan Bupati, Bahas Program Lingkungan Pesantren
  • Dani Jumeri on Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal
  • Dani Jumeri on LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
Dirjen Polpum Kemendagri Tinjau Pengelolaan Ekonomi Sirkular di Ponpes Minhajurrosyidin

Dirjen Polpum Kemendagri Tinjau Pengelolaan Ekonomi Sirkular di Ponpes Minhajurrosyidin

April 28, 2026
Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik

Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik

April 28, 2026
Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau

Yayasan Budi Luhur Mandiri dan LDII Kutim Kerja Sama Wujudkan Sekolah Hijau

April 24, 2026
Kembangkan Varietas Kopi Unggul di Tana Toraja, Warga LDII Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya

Kembangkan Varietas Kopi Unggul di Tana Toraja, Warga LDII Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya

2
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

3
LDII Kudus Audiensi dengan Bupati, Bahas Program Lingkungan Pesantren

LDII Kudus Audiensi dengan Bupati, Bahas Program Lingkungan Pesantren

1
Wamenhaj Dahnil dan Wakapolri Dedi Prasetyo

Tiga WNI Ditangkap di Saudi, Kemenhaj dan Polri Perkuat Satgas Haji Ilegal

April 30, 2026
Petugas KKHI

KKHI Siapkan Layanan Khusus Gangguan Kejiwaan di Kloter

April 30, 2026
LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Tiga WNI Ditangkap di Saudi, Kemenhaj dan Polri Perkuat Satgas Haji Ilegal April 30, 2026
  • KKHI Siapkan Layanan Khusus Gangguan Kejiwaan di Kloter April 30, 2026
  • LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan April 30, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.