Pandeglang (8/1). PAC LDII Karaton menggelar Munaqosah Generus bagi santri jenjang Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian dari evaluasi pembinaan keagamaan dan karakter. Kegiatan yang diikuti 18 peserta bersama para orang tua tersebut berlangsung di Masjid Al-Muttaqin, Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (5/7/2026).
Pada kesempatan itu, hadir Ketua DPD LDII Pandeglang, Siam Al Fajar. Ia mengatakan munaqosah menjadi evaluasi bagi orang tua dan pengajar, untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak-anak, “Orang tua dapat mengetahui kemampuan putra-putrinya sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus semangat mencapai target pembelajaran,” ujarnya.
Munaqosah bertujuan mengukur kemampuan peserta dalam membaca Al Quran, menghafal doa dan surat pendek, mempraktikkan ibadah, serta memahami 29 Karakter Luhur yang menjadi pedoman pembinaan generasi LDII. Selain sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas perkembangan belajar para santri.
Siam menjelaskan setiap jenjang pembinaan memiliki target pembelajaran yang berbeda sehingga evaluasi dilakukan secara berkala, untuk mengetahui capaian masing-masing peserta. Menurutnya, hasil munaqosah menjadi dasar bagi pengajar dan orang tua untuk menentukan langkah pembinaan berikutnya.
“Pembinaan generasi penerus merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan para pengajar. Karena itu, kolaborasi yang baik dinilai menjadi kunci agar proses pendidikan agama dan pembentukan karakter berjalan secara optimal,” tandasnya.
Kehadiran para orang tua dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk menyaksikan perkembangan kemampuan putra-putri mereka secara langsung. Materi yang telah dipelajari akan terus dievaluasi setiap semester.
“Insya Allah pada evaluasi berikutnya di bulan Desember nanti akan kembali dilihat apakah target pembelajaran telah tercapai atau masih memerlukan pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.
Siam juga mengingatkan pentingnya memberikan apresiasi kepada anak atas setiap usaha yang dilakukan selama mengikuti proses pembelajaran. Menurutnya, penghargaan sekecil apa pun dapat menjadi motivasi agar anak terus belajar dan meningkatkan kualitas dirinya.
Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta, sebagai bentuk motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.













