Yogyakarta (14/10). Pemuda LDII Daerah Istimewa Yogyakarta mematangkan persiapan Akrab Muda 2026 melalui musyawarah di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026) malam. Kegiatan tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Kampung Proklim Sangurejo untuk menyambut mahasiswa baru dari kalangan generasi penerus LDII yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.
Musyawarah tersebut dihadiri perwakilan Ketua Pemuda LDII DIY Qomarudin, Biro Pemuda, Kepanduan, Olahraga, Seni, dan Budaya (PKOSB) DPW LDII DIY, perwakilan Pemuda LDII dari lima kabupaten/kota, serta seluruh panitia.
Qomarudin, yang juga Wakil Ketua DPW LDII DIY, menjelaskan Akrab Muda menjadi wadah silaturahim dan orientasi bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dan kampus untuk membangun pertemanan serta beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan. “Masa awal kuliah menjadi tahap penting bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan baru. Melalui Akrab Muda, mereka bisa saling mengenal, membangun jejaring, dan memperkuat karakter serta nilai keagamaan sebagai bekal selama menempuh pendidikan,” ujar Qomarudin.
Menurut dia, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan generasi muda di lingkungan LDII. Mahasiswa diharapkan mampu membangun hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari di lingkungan keluarga dan organisasi.
Akrab Muda merupakan program tahunan Pemuda LDII DIY yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, kegiatan ini digelar di Gedung Serbaguna Mantrijeron dengan tema “Generus Resilien Berprestasi, Semangat Berkontribusi Berakhlak Islami Menyongsong Tantangan Zaman”.
Ketua Panitia Akrab Muda 2026, M. Krisna, mengatakan panitia mengusung tagline “Berakhlak Mulia, Berjiwa Cendekia” untuk kegiatan tahun ini. Panitia menyiapkan pembekalan, materi dari DPP LDII, serta kegiatan keakraban bagi peserta. “Akrab Muda tidak hanya menjadi ruang pembekalan bagi mahasiswa baru. Kami juga ingin menyediakan kesempatan bagi mereka untuk membangun pertemanan, berbagi pengalaman, dan mengenal lingkungan perkuliahan melalui interaksi dengan sesama peserta,” kata Krisna.
Ia menambahkan, panitia akan melibatkan Pemuda LDII di lima kabupaten/kota untuk menjangkau calon peserta. Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi kegiatan sampai kepada mahasiswa baru di berbagai kampus di Yogyakarta. “Kami mengajak pengurus Pemuda LDII di setiap kabupaten dan kota untuk membantu menyebarkan informasi serta mengajak mahasiswa baru mengikuti kegiatan ini. Dengan koordinasi yang baik, pendataan peserta dan persiapan acara dapat berjalan lebih terarah,” ujarnya.














