Polewali Mandar (15/7). DPD LDII Kabupaten Polewali Mandar menggelar pengajian bagi ibu-ibu dan remaja putri secara hybrid. Kegiatan secara luring bertempat di Aula Pondok Pesantren Miftaahul Huda dan secara daring diikuti sepuluh titik di DPD LDII Kabupaten Majene dan DPD LDII Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Sabtu (27/6/2026).
Dalam tausiahnya, pemateri Diah Puspita Rini mengingatkan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari akhlak seorang muslimah. “Perempuan itu banyak berbicara dan terkadang bisa terjerumus ke dalam dosa karena terpeleset dalam berbicara,” ujarnya.
Menurut Diah, kemampuan berbicara hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang bernilai ibadah dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan. “Boleh cerewet, asalkan untuk pendidikan, untuk mengasuh anak, dan untuk berzikir. Jangan sampai dihabiskan untuk menggosip,” tegasnya.
Selain membahas pembinaan akhlak, pengajian juga mengkaji dalil-dalil Al Quran dan hadis mengenai hukum haid, nifas, dan istihadhah. Materi tersebut disampaikan untuk memperkuat pemahaman keagamaan peserta sekaligus memberikan bekal dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.
Ratusan peserta mengikuti kegiatan yang menjadi sarana pembinaan keagamaan dan mempererat silaturahim warga LDII di wilayah Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan secara luring maupun daring selama pengajian berlangsung.
Melalui kegiatan tersebut, DPD LDII Kabupaten Polewali Mandar berharap para ibu dan remaja putri semakin memahami ajaran Islam serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dengan menjaga lisan dan membangun akhlak mulia di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

