Makkah (25/4). Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal, memaparkan peta akomodasi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M yang tersebar dalam lima wilayah utama dengan total 10 sektor pelayanan. Hal itu ia sampaikan kepada Tim Media Center Haji di Kantor Urusan Haji Makkah, pada Sabtu, (25/4/2026).
Menurut Ihsan, wilayah akomodasi tersebut meliputi Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Setiap wilayah dibagi ke dalam sektor-sektor yang menaungi jemaah berdasarkan embarkasi dengan mempertimbangkan kapasitas hotel.
“Di Makkah tahun ini terdapat 10 sektor yang tersebar di lima wilayah akomodasi. Setiap sektor menaungi jemaah berbasis embarkasi, namun penempatannya tetap fleksibel sesuai kapasitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sektor satu hingga sektor lima berada di wilayah Syisyah dan Raudhah dengan jumlah hotel bervariasi, mulai dari 18 hingga 32 hotel per sektor. Sementara sektor enam berada di Jarwal dengan 13 hotel, dan sektor tujuh hingga sembilan di Misfalah. “Adapun sektor 10 berada di Aziziyah yang hanya terdiri dari satu hotel besar dengan kapasitas lebih dari 21 ribu jemaah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ihsan menegaskan, sistem penempatan jemaah tidak lagi sepenuhnya berbasis zonasi, melainkan disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan layanan.
“Setiap sektor diisi jemaah dari berbagai embarkasi, tidak terpusat pada satu daerah saja. Ini untuk memastikan distribusi yang merata dan optimal,” katanya.
Terkait aksesibilitas, ia memastikan seluruh akomodasi telah dirancang ramah lansia dan disabilitas, termasuk ketersediaan transportasi bus shalawat yang beroperasi 24 jam menuju Masjidil Haram.
“Semua hotel terhubung dengan halte terdekat. Bahkan, rata-rata halte berada di sekitar kantor sektor atau hotel besar, sehingga jemaah tidak perlu berjalan jauh,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekitar 70-an halte telah disiapkan untuk menunjang mobilitas jemaah dengan sistem rute yang terintegrasi dari hotel ke terminal sekitar Masjidil Haram. (*Faqih MCH)











