Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Pujian

2010/02/12
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Seorang teman berkomentar, katanya bangsa kita itu pelit pujian, akan tetapi suka obral makian. Pernyataan singkat itu benar – benar mengaduk – aduk sanubari saya. Ada semacam pergumulan dahsyat untuk menyanggah retorika tersebut dengan mengatakan tidak. Pernyataan itu hanya berlaku bagi mereka yang berpikir cupet – supen — alias sumbu pendek, istilah kawan saya dan banyak karena ada motif tertentu seperti frustasi. Namun saya sadar, tak ada gunanya menanggapi komentar itu. Lebih baik, instrospeksi diri, apakah benar saya juga termasuk di dalamnya? Tuas, berkoar – koar, tetapi ternyata saya ada di dalamnya, kan blai jadinya. Seperti kata pepatah kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tidak tampak.

Menapak tilas sedikit sejarah kehidupan saya, pernyataan di atas ada benarnya. Di keluarga saya, jarang – bahkan tidak pernah tepatnya – orang tua saya mengucapkan kalimat pujian. Yang banyak memang makian. Kalau benar itu sudah biasa, nggak perlu dipuji, tetapi kalau salah cacian yang akan menggema. ”Bodoh kamu, begitu saja tidak bisa,” – itu kalimat yang acap saya dengar ketika berbuat salah. Sampai sekarang pun atasan saya di kantor berkata serupa, walau dengan kasus yang berbeda tentunya. Jadi sudah kebal rasanya telinga ini mendengarnya. Artinya menganggap makian hal yang biasa. Tak lebih dari sekedar kata pemanis bicara.

 

Pujian memang penting dalam kehidupan ini. Asal tidak salah dalam memuji, pujian mempunyai efek yang dahsyat. Seperti seteguk air di gurun sahara. Atau seberkas sinar di kegelapan malam. Beberapa waktu yang lalu saya pernah merasakan hal itu. Ketika atasan saya mengubah jadual kepulangannya, ternyata semua penerbangan full – ludes. Kemudian hopeless, nggak akan bisa pulang sore itu padahal sudah di bandara. Lalu dia mengontak saya untuk segera mencarikan tiket lainnya. Alhamdulillah, berkat bantuan beberapa teman baik, akhirnya saya dapatkan 3 tiket penerbangan sore itu.. Tak lama sebelum dia terbang, dia menelepon saya untuk (hanya) bilang terima kasih (saja) atas bantuan tiketnya. Kalimat terima kasih itu begitu sempurna, melengkapi beberapa kalimat jelek yang telah saya terima sebelumnya. Membuat segar – bugar badan ini, melupakan segala kejelekan dan membuang segala dendam. Hanya satu ucapan terima kasih saja, apalagi kalau sering – sering saya terima.

Beruntunglah, kemudian Allah berkenan memberikan petunjuk kepada saya dalam islam. Ternyata, islam memberi tuntunan yang sempurna dengan apa yang disebut makarimal akhlaq. Tengoklah dalam rutinitas sholat, kalimat pembuka selalu diawali dengan pujian. Kalimat itu adalah Alhamdulillahi robbil alamiin – segala puji bagi Allah rob semesta alam. Setidaknya 17 kali kita diingatkan untuk mengucapkannya. Kemudian dalam nasehat selalu diawali dengan pujian juga kepada Allah. Setelah itu pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan para perantara agama lainnya. Kemudian dalam atsar lainnya, Rasulullah SAW memberikan ajaran yang mulia mengenai cara – cara memuji ini.

Dari Anas r.a. dia berkata, “Orang – orang Muhajirin berkata; ‘Ya Rasululloh orang – orang Anshor mendapatkan seluruh pahala. Kami tidak melihat kaum yang lebih baik dermanya dengan harta yang banyak dan lebih baik pertolongannya dengan harta yang minim daripada mereka. Mereka telah mencukupi kita dalam urusan kebutuhan.’ Beliau menjawab;” Bukankah kalian memuji mereka dan mendoakan mereka?” Mereka menjawab, ‘Tentu.’ Beliau bersabda;”Itu cukup sepadan dengan kebaikan mereka itu.”( Rowahu Abu Dawud dan an-Nasai.)

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid r.a. dia berkata, “Rasululloh SAW bersabda;’Barangsiapa diberi suatu kebaikan, lalu dia berkata kepada pemberinya – Jazaakallohu khairo/Semoga Allah membalas kebaikan (yang lebih baik) kepadamu – maka dia telah sampai (sempurna) di dalam memuji.”(Rowahu at-Tirmidzi, dia berkata hadist hasan ghorib)

Dua hadits ini rasanya sudah cukup untuk menjadi dasar bagi praktik kehidupan yang penuh dengan pujian. Memuji dengan benar dan berpahala. Maka saya sering mempraktikan dalam kehidupan kecil rumah tangga saya. Habis makan saya mensyukuri istri, telah menyediakan makan, walau beli. Habis amal sholih, habis belanja, jalan – jalan dan kegiatan – kegiatan lain yang kami lakukan bersama. Kepada anak – anak, ketika mau ngaji, mau sholat, berbuat baik – nurut, saya puji dengan mensyukurinya. Dengan kata lain, statement teman kantor saya di atas dengan sendirinya telah terbantahkan. 

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam memuji ini adalah harus tulus dari dalam hati, tidak berlebihan dan tidak mengandung kebohongan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut.

Dari Jabir r.a. dari Nabi SAW beliau bersabda, “Barangsiapa diberi suatu pemberian lalu dia mempunyai sesuatu untuk membalasnya, maka hendaklah dia membalasnya dengannya. Jika tidak maka hendaknya dia memberi pujian karena barangsiapa yang memberikan pujian maka dia telah bersyukur, dan barangsiapa menyembunyikan maka dia telah kufur. Barangsiapa menghiasi dirinya dengan sesuatu yang bukan miliknya, maka dia seperti orang yang memakai dua helai pakaian kedustaan.” (Rowahu at_Tirmidzi (hadist hasan ghorib) dan Abu Dawud).

Di kehidupan, praktik Jazaa Kumullah Khairo (ucapan terima kasih yang artinya”semoga allah dapat memberikan/membalas yang lebih baik”)  adalah contoh yang sempurna. Tinggal kita mengembangkan dan mengahayati dengan sebenar – benarnya. Dengan ketulusan, kedalaman makna dan penghayatan lahir – batin, agar kalimat itu yoni adanya dan tidak berubah makna, menjadi hanya sekedar basa – basi saja. Atau bahkan penghias bibir semata. Nah, sudah sadarkah kita dengan praktek adi luhung semua itu? Atau, masih seperti statement teman kantor saya.

Oleh:Ustadz.Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Arif on Terima Kunjungan LDII, Menko Pangan Zulhas: Pemerintah Butuh Dukungan Entaskan Kemiskinan di Sektor Pangan
  • Supardo bin Kayat on Jawab Tantangan Kemendes PDT, LDII Usulkan 8 Desa Binaan Tematik
  • Yanuar Eko Saputro on LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang
  • Bapak Zaini on Tabligh Akbar LDII Padang Bekali Calon Jemaah Haji, Siap Secara Lahiriah dan Batiniah
  • nuha cn on Perintah Berkurban Berdasarkan Al Quran dan Al Hadits
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

LDII Karanganyar Dorong Perluasan Kampung Iklim di Mojogedang

April 27, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

April 23, 2026
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

April 25, 2026
LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

LDII Apresiasi Forum B57+, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

2
Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

Hari Bumi 2026, LDII Ingatkan Tanggung Jawab Bersama Jaga Bumi sebagai Amanah

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

3
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

3
Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag

April 29, 2026
LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital

April 29, 2026
LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian

April 29, 2026
Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

Sambut Hari Jadi Wonogiri, LDII Gelar Pekan Grebeg CKG Massal

April 29, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sinergikan Program Kerja, LDII Lampung Silaturahim dengan Kakanwil Kemenag April 29, 2026
  • LDII Jateng Dorong Generasi Muda Kuasai Media Digital April 29, 2026
  • LDII Tanggamus Bangun Karakter Generasi Muda Melalui Pengajian April 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.