Denpasar (16/5). DPW LDII Bali memfasilitasi pertemuan antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali dan Jombang, Jawa Timur yang membahas kebangsaan. Ketua FKUB Jombang, KH M. Munif Kusnan mengatakan, silaturahim itu sebagai penguatan dan menjaga semangat nasionalisme.
Dialog Kebangsaan yang digelar di Gedung Serbaguna DPW LDII Bali pada Kamis, (30/4) itu juga diapresiasi Munif. Ia menilai, silaturahim lintas daerah dan agama menjadi nilai universal yang diajarkan setiap keyakinan. “Pertemuan semacam ini adalah kunci utama dalam menjalin kebersamaan serta memastikan stabilitas kerukunan tetap terjaga meski dalam balutan perbedaan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Asisten I Sekretaris Kabupaten Jombang, Purwanto yang hadir mewakili Ketua Dewan Pembina FKUB Jombang, menyoroti pentingnya menyatukan gagasan antarindividu. Ia memandang bahwa dialog kebangsaan adalah manifestasi dari kepedulian akan persatuan dan kesatuan.
Purwanto berharap sinergi ini membuat pondasi kemasyarakatan menjadi kuat dan tidak mudah keropos oleh isu-isu perpecahan. “Pondasi masyarakat yang kuat menjadikan masyarakat tetap rukun, damai, dan bersatu,” tutur Purwanto.
Sementara itu, Ketua FKUB Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, atau yang akrab disapa Ratu Sukahet, memberikan pandangan positif terhadap organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia, termasuk LDII. Ia menilai LDII memiliki keseimbangan yang baik antara jiwa nasionalisme dan religiusitas.
Ratu Sukahet juga mendorong agar ormas Islam terus meningkatkan kecintaan terhadap NKRI demi menjamin masa depan Indonesia yang lebih cerah dan harmonis. “Ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia pada umumnya memiliki jiwa nasionalisme dan pemahaman agama yang tinggi. LDII telah menunjukkan jiwa nasionalis dan religius tersebut. Saya sangat mendukung agar hal ini terus ditingkatkan sehingga NKRI tetap kokoh untuk masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Bali Olih Solihat Karso juga berpesan agar meningkatkan kolaborasi dengan pihak lain yang terkait. “Keahlian individu tidak akan memberikan dampak besar jika berjalan secara monoton tanpa adanya semangat kolaborasi. Namun jika dibingkai keberagaman, maka akan tercipta persatuan yang bersifat universal dan kokoh di setiap tingkatan lapisan masyarakat,” jelasnya.
Mengutip filosofi lokal, Olih menjelaskan konsep kesatuan dengan istilah Utama, Madya, dan Nista. Di mana setiap tingkatan, dari yang tertinggi hingga yang paling sederhana, saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam satu kesatuan yang utuh.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ramah tamah antara pengurus DPW LDII Bali, FKUB Jombang, serta Ketua Persaudaraan Hindu-Muslim Bali yang turut hadir memberikan dukungan. (rgy)












