Jombang (13/5). Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Budi Utomo Gadingmangu berhasil meraih Juara Umum Ketiga pada Kompetisi Youth Red Cross Fair Competition (UREFO) 2026. Ajang PMR Wira se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PMR Unit SMA Negeri 2 Jombang, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jombang.
Kegiatan yang menjadi wadah evaluasi pembinaan bagi anggota PMR Wira tersebut, dilaksanakan pada Minggu (26/4/2026) di SMA Negeri 2 Jombang, Jawa Timur. Kepala SMA Budi Utomo, Gadingmangu, Heboh Handono Pribadi Luhur, bersyukur terhadap pembinaan oleh para pelatih, sehingga kerjasama tim dapat terimplementasikan dengan baik. Menurutnya, kompetisi tersebut menerapkan standar penilaian yang sangat ketat dan diikuti oleh para relawan terbaik.
“Saya sangat bersyukur atas pembinaan berkualitas serta dedikasi pelatih yang luar biasa, karena kemenangan ini merupakan wujud kontribusi nyata sekolah dalam membekali siswa. Melalui ekstrakurikuler ini, sekolah tidak hanya mencetak generasi bermental juara, tetapi juga individu yang siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” jelas Heboh.
Heboh juga menjelaskan program ekstrakurikuler menjadi salah satu wadah implementasi ilmu para siswa dalam tindakan nyata di lingkungan masyarakat. “Prestasi akademik dan non-akademik harus berjalan selaras dan seimbang. Program ekstrakurikuler seperti PMR merupakan wadah strategis bagi siswa untuk mengimplementasikan ilmu akademik ke dalam tindakan nyata, dengan tetap menerapkan 29 Karakter Luhur. Mengingat kita berbasis boarding school, para siswa diharapkan menjaga nama baik almamater saat berinteraksi di luar lingkungan sekolah,” ungkap Heboh.
Senada dengan Heboh, Instruktur Pelatih PMR Wira SMA Budi Utomo Gadingmangu, Akhmad Khoirul Basori, menekankan, kunci keberhasilan yang telah dicapai terletak pada keseimbangan antara kemampuan teknis dan mentalitas.
“Pembagian tugas berdasarkan hasil seleksi dan minat peserta, pendalaman materi secara mandiri maupun diskusi kelompok, hingga pembuatan media presentasi yang kreatif. Latihan rutin dan diskusi antaranggota juga menjadi penting agar dapat membentuk anggota PMR yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga berkarakter,” kata Basori.
Sementara itu, Ketua PMR Wira SMA Budi Utomo Gadingmangu, Muhammad Fadhlan Hutama, bangga dan bersyukur atas pencapaian yang telah berhasil di raih oleh tim. Menurutnya mengelola tim yang solid salah satunya dengan evaluasi rutin untuk meminimalisir miskomunikasi.
“Kami selalu mengadakan evaluasi mandiri dan rutin berkonsultasi dengan pembina serta fasilitator. Pengalaman para senior dan pembina menjadi kunci kami dalam membangun tim yang solid dan satu frekuensi,” kata Fadhlan.
Salah satu delegasi kompetisi tersebut, Muhammad Fuad Zacky Abdillah menjelaskan meskipun berdekatan dengan jadwal kompetisi lain sedang diikuti, namun menjaga semangat sampai akhir dan fokus menjadi faktor penentu untuk tetap optimis.
“Sempat pesimis, karena kurang latihan sebab harus membagi fokus dengan kompetisi yang lain. Namun, alhamdulillah kami berhasil raih beberapa juara pada bidang-bidang tertentu, sehingga menghantarkan kami Juara Umum Ketiga pada kompetisi itu,” jelas Zacky.
Secara pribadi, Zacky juga bercerita, mondok sambil sekolah bukan penghalang untuk tidak mengukir prestasi. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai santri pondok, manajemen waktu merupakan tantangan utama yang justru mengasah kedisiplinan dalam membagi prioritas antara pendidikan formal dan kegiatan pondok.
“Waktu istirahat itu jam 10 malam, jadi saat semua istirahat saya meluangkan waktu 15 hingga 30 menit untuk latihan secara mandiri, karena kualitas latihan lebih penting daripada durasi yang lama,” imbuh Zacky.
Lebih lanjut, Zacky mengungkapkan, pencapaian bersama tim PMR ini merupakan titik balik dari kegagalan yang pernah ia alami sebelumnya. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi, baik bagi dirinya maupun generasi muda lainnya, sebab sekolah sambil mondok bukan sebuah beban melainkan sebuah cara agar dapat hidup seimbang antara ilmu agama dan dunia.

“Semoga ini menjadi motivasi teman-teman di luar sana, prestasi itu tidak melihat kita darimana, baik bersekolah negeri atau swasta, mau boarding school atau tidak itu bergantung pada diri sendiri. Jangan pernah berkecil hati, bermimpilah setinggi langit karena jika kita jatuh, kau akan jatuh bersama bintang-bintang,” pesan Zacky.
Dalam kompetisi bertajuk “UREFO 2026 Rise Together with Youth Red Cross for a Better Community”, PMR Wira SMA Budi Utomo Gadingmangu mengirimkan delegasi sebanyak 16 anggota yang tesebar di empat cabang perlombaan, yaitu Manajement Terpadu Palang Merah Remaja (MANTRA PMR), First Aid Simulation (FAST), Cerdas, Akurat, Kreatif, Wawasan, Luas (CAKRAWALA), dan 7 Bidang Traveling.
Pencapaian yang telah diraih ini juga diharapkan mampu mendorong motivasi seluruh anggota PMR serta para siswa lainnya untuk terus mencoba, meskipun harus menghadapi rasa takut dan kegagalan. (Eva).

