Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Perkotaan

2024/10/15
in Artikel
0
Ilustrasi: Pexels.

Ilustrasi: Pexels.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Fenomena ‘Urban Farming’ saat ini semakin digemari oleh masyarakat perkotaan karena dinilai sebagai solusi praktis untuk ketahanan pangan keluarga. Tidak lagi terbatas pada pola pertanian konvensional yang membutuhkan lahan luas, urban farming menjadi pilihan yang lebih adaptif dengan gaya hidup perkotaan.

Urban farming adalah praktik bercocok tanam dan beternak yang dilakukan di lingkungan perkotaan. Sistem ini memungkinkan masyarakat perkotaan untuk memanfaatkan lahan terbatas, seperti pekarangan kecil, balkon, atau atap rumah, untuk memproduksi bahan pangan secara mandiri dan lokal. Selain mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, urban farming juga berperan dalam meningkatkan keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi jejak karbon yang terkait dengan distribusi makanan.

Konsep urban farming inilah yang tengah dikembangkan oleh Supartini, seorang warga LDII Jakarta Utara, yang berfokus pada solusi ketahanan pangan di tengah kehidupan modern. Bersama keluarganya, Supartini berhasil menyulap rooftop rumahnya seluas 40 meter persegi menjadi lahan pertanian perkotaan. Di sana, ia menanam berbagai jenis tanaman buah, tanaman herbal, dan sayuran secara mandiri.

“Awalnya, saya mulai mengembangkan urban farming saat masa pandemi COVID-19. Saat itu, saya mencoba memanfaatkan atap rumah yang hanya berukuran 5×8 meter untuk menanam bahan pangan,” ucap Supartini.

Meski memiliki latar belakang pendidikan pertanian, Supartini mengakui bahwa tidak semua pengetahuannya dapat langsung diaplikasikan dengan mudah, “Dulunya saya memang sekolah di jurusan pertanian, tapi waktu pertama kali mencoba menanam, saya tetap mengalami banyak kesulitan,” katanya.

Ia kemudian banyak belajar secara otodidak melalui berbagai sumber, dengan berselancar melalui internet. Setelah menghadapi banyak tantangan dan terus berusaha mencari informasi, Supartini akhirnya berhasil, “Setelah berusaha keras, cari informasi ke sana kemari, apa yang saya tanam akhirnya bisa tumbuh dengan baik. Bahkan sekarang saya bisa menanam padi di atap rumah saya menggunakan polybag,” tambahnya.

Di halaman atapnya, Supartini menanam berbagai jenis tanaman seperti ubi, cabai, tanaman rempah, jambu, dan tanaman herbal seperti daun kelor dan daun kedi. Dalam menanam, Supartini menggunakan kompos yang ia buat sendiri dari sisa-sisa dapur rumah tangganya. Dengan metode ini, ia menghindari penggunaan pupuk kimia dan memanfaatkan limbah organik yang ada di rumah. “Saya membuat kompos dari sisa-sisa sayuran, buah, dan bahan makanan lainnya yang tidak terpakai,” jelas Supartini.

Ia menjelaskan lebih lanjut proses yang ia lakukan dalam membuat kompos. Pertama, sisa-sisa sampah rumah tangga seperti sayuran, buah-buahan, dan bahan makanan lainnya dicacah dan dihancurkan. Setelah itu, sampah organik tersebut ia campur dengan pupuk kompos yang sudah jadi, yang dibelinya untuk mempercepat proses dekomposisi. “Setelah saya tambahkan pupuk kompos yang sudah saya beli, saya pastikan semuanya tercampur rata,” ungkapnya.

Supartini juga menggunakan tanah merah sebagai bahan tambahan dalam campuran kompos tersebut. Menurutnya, tanah merah membantu meningkatkan kualitas kompos serta memberikan struktur yang baik bagi tanah tanamannya, “Setelah semuanya tercampur, saya ratakan campuran tersebut di tempat penampungan khusus. Saya juga menampung air hasil dari proses fermentasi kompos ini, yang kemudian bisa digunakan sebagai pupuk cair,” jelasnya.

Menurut Supartini, kunci keberhasilan dalam membuat kompos adalah kesabaran dan ketelatenan. “Banyak orang yang merasa jijik saat berurusan dengan sampah rumah tangga, padahal ini adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Jika tidak sabar dan jijik, ya tidak akan jadi komposnya,” ujarnya.

Baginya, pembuatan kompos sendiri bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nutrisi alami bagi tanaman di kebun rumahnya tanpa harus bergantung pada pupuk kimia.

Usai mengembangkan urban farming di rumahnya, Supartini kini merasakan banyak manfaat dari usahanya tersebut. Salah satu perubahan terbesar yang ia alami adalah kemandiriannya dalam hal kebutuhan sayuran sehari-hari. “Yang pasti sekarang saya sudah tidak lagi beli sayuran, seperti daun ubi, bayam, kangkung, daun pepaya, cabai, dan lainnya. Semua sudah tersedia di rumah sendiri,” katanya.

Tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya, hasil panen Supartini bahkan cukup melimpah untuk dibagikan kepada tetangga.

Dalam menjalankan kegiatan berkebunnya, Supartini tidak bekerja sendiri. Ia berbagi peran dengan suami dan anaknya. Mereka membagi waktu dan tugas agar urban farming yang mereka jalani berjalan dengan baik. “Kami bagi waktu. Saya yang bertugas menyiram tanaman setiap hari dan memindahkan tanaman yang perlu diperbaiki atau direpot, misalnya ke pot yang lebih besar agar bisa tumbuh subur. Itu tugas saya,” ungkap Supartini.

Bagi mereka, urban farming tidak hanya menjadi solusi untuk pangan, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberdayakan masyarakat melalui praktik sederhana yang bermanfaat. Dengan semakin banyak orang yang tertarik pada praktik ini, urban farming berpotensi menjadi salah satu cara untuk menghadapi tantangan pangan dan lingkungan di masa depan.

Tags: Ketahanan Keluargaurban farming

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Al Hilal on Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia
  • Angka DH on LDII Tanggamus Helat Pelatihan Affiliate Marketing bagi Generasi Muda
  • Angka DH on Pengajian Remaja LDII Kota Bandung Bekali Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial
  • Angka DH on Dukung Program Pembangunan Daerah, LDII Tualang Silaturahim dengan Camat
  • Angka DH on LDII DKI Jakarta Audiensi dengan Kesbangpol, Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Senkom dan LDII Boyolali Salurkan 24.000 Liter Air

3
Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

2
Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

1
Greenpeace Indonesia Dukung Masjid LDII Jadi Pusat Ketahanan Iklim dan Bencana Berbasis Komunitas

Greenpeace Indonesia Dukung Masjid LDII Jadi Pusat Ketahanan Iklim dan Bencana Berbasis Komunitas

1
Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia

October 9, 2026
Tingkatkan Kompetensi Kepramukaan, Sako SPN Abung Surakarta Ikuti KMD

Tingkatkan Kompetensi Kepramukaan, Sako SPN Abung Surakarta Ikuti KMD

October 8, 2026
Puskesmas Pakuan Baru Helat Cek Kesehatan Gratis di SMP Tri Sukses

Puskesmas Pakuan Baru Helat Cek Kesehatan Gratis di SMP Tri Sukses

October 8, 2026
LDII Tulang Bawang Barat Helat Pelatihan Jurnalistik Pokja LINES

LDII Tulang Bawang Barat Helat Pelatihan Jurnalistik Pokja LINES

October 8, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Majelis Pakar DPP LDII Sebut Tata Ruang Harus Utamakan Martabat Manusia October 9, 2026
  • Tingkatkan Kompetensi Kepramukaan, Sako SPN Abung Surakarta Ikuti KMD October 8, 2026
  • Puskesmas Pakuan Baru Helat Cek Kesehatan Gratis di SMP Tri Sukses October 8, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.