Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Hari Ibu

2011/12/22
in Nasehat
1
hari ibu 2011
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Berbagai cara dilakukan orang untuk menyambut Hari Ibu, yang jatuh hari ini, Kamis – 22 Desember. Di kantor, para teman perempuan sepakat pakai baju bernuansa hijau – hijau. Teman sebelah bilang, harusnya para perempuan libur untuk menyambutnya. Sampai – sampai di rumah pun istri sempat bilang, seharusnya hari ini ia jadi ratu, gak usah masak, gak usah ngapa-ngapain, tetapi dimulyakan. Sebab hari ini adalah hari ibu. Saya tidak mengerti kenapa harus begitu?
Setiap orang mempunyai Ibu. Setiap orang dilahirkan dari rahim seorang wanita. Itulah ibunya. Nah, menurut hemat saya, seharusnya di waktu yang baik ini mari kita pergunakan untuk mengoreksi kembali apa yang sudah kita lakukan kepada ibu kita masing – masing. Apakah sudah kita penuhi hak – haknya? Sudah maksimal? Apa yang bisa kita ambil dari ini semua?
Dahulu, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

Banyak salah kaprah yang terjadi dalam memahami hadits ini. Kebanyakan hanya berkutat pada intensitas dan kualitas dalam membina hubungan dengan orang tua, terutama Ibu. Umumnya memberi makna bahwa berbakti, berbuat baik kepada Ibu itu harus lebih baik dan lebih banyak daripada kepada Bapak. Gampangnya ¾ porsi untuk Ibu, sedangkan ¼ nya kepada Bapak. Sebab seorang Ibulah yang berperan besar dalam kehidupan seseorang, mulai dari mengandung, melahirkan, menjaga, mendidik dan membesarkan seseorang. Ibu memang berperan langsung. Beda dengan Bapak yang berperan tidak langsung. Pendapat ini tidak salah, hanya perlu pendalaman agar lebih mumpuni dan mempunyai greget dalam menebarkan kebaikan di muka bumi Allah ini.

Tengoklah cerita banjir di jaman Nabi Nuh AS. Ketika air sudah menenggelamkan dunia, seorang Ibu berteriak memanggil anaknya, menggendongnya biar selamat dari banjir. Tatkala air terus naik hingga sampai ke daun telinga, si Ibu mengangkat anaknya di atas kepala. Sayang, tak ada yang selamat pada hari itu, kecuali orang yang di perahu. Seorang ibu rela berkorban demi sang anak.

Di jaman Nabi Sulaiman AS, ada pertengkaran sengit dua orang ibu memperebutkan anak. Sampailah pertengkaran itu kepada Nabi Sulaiman AS. Kemudian Nabi Sulaiman AS memutuskan akan membelah bayi itu menjadi 2, agar masing – masing mendapat bagian. Separo ewang. Sang Ibu yang asli menangis tak tega anaknya dibelah dan rela menyerahkan kepada lawannya agar anak itu selamat. Apapun dilakukan seorang Ibu agar anaknya selamat.

Di jaman Nabi Muhammad SAW ada kisah Al-Qomah, yang durhaka kepada Ibunya. Sahabat ini kesulitan ketika akan meninggal dunia. Ia tidak bisa mengucapkan kalimat tauhid – laailaaha illallaah. Lalu Nabi menengarai ada yang tidak beres, kemudian dipanggilah Ibunya. Sampai panggilan ketiga, si Ibu tak jua mau datang. Akhirnya Nabi mengancam akan membakar al-Qomah jika Ibunya tak mau datang. Akhirnya, si Ibu datang dan memaafkan al-Qomah. Kematian pun lancar berjalan. Demi anak, seorang Ibu rela memaafkan melupakan sakit tak terperi.

Sedulur, sudah sepantasnya jika kita membalas semua kebaikan seorang ibu tersebut. Walau itu bersifat kodrati. Kebaikan berbalas kebaikan. Jangan sampai air susu dibalas air tuba. Itu namanya keterlaluan. Walau banyak cerita anak durhaka di dunia ini, tetapi agama tetap memerintahkan anak wajib berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan sebuah nyanyian di kala kecil dulu menggambarkan hal ini dengan sangat baiknya;

Kasih ibu kepada beta/
Tak terhingga sepanjang masa/
Hanya memberi tak harap kembali/
Bagai sang surya menyinari dunia.

Lagu ini begitu indah menggambarkan perjuangan dan dedikasi seorang Ibu kepada anaknya. Dan mengingatkan kita untuk selalu berbuat baik kepadanya. Hampir semua kita menghafalnya. Namun, jangan sampai hanya sekedar jadi hafalan. Sebab dari lagu inilah kita bisa belajar apa maksud sabda Nabi SAW di atas. Yaitu agar kita bisa meneladani sikap yang ditunjukkan dalam figur seorang Ibu di keseharaian kita. Tidak hanya ta’dhim, menghormat, berbudi yang baik, meramut dan menjaganya. Sikap itu adalah memberi.

Tengoklah, sebenarnya dalam keseharian kita lebih suka dengan ”bahasa” meminta daripada memberi. Di rumah kita meminta perhatian pasangan kita, meminta anak-anak memahami kita, meminta pembantu melayani kita. Di tempat kerja, kita meminta bantuan bawahan, meminta pengertian rekan sejawat, dan meminta gaji yang tinggi pada atasan. Di masyarakat, mereka yang mengaku sebagai pemimpin selalu meminta pengertian dan kesabaran masyarakat, meminta masyarakat hidup sederhana dan mengencangkan ikat pinggang. Mengapa kita suka meminta tetapi sulit memberi? Apakah mereka tidak punya Ibu? Inilah persepsi lain dari sekedar berbuat baik dan menghormati Ibu. Yaitu belajar menjadi seorang Ibu dalam kehidupan yang sebenarnya yaitu dalam aplikasi memberi ini. Lihatlah, apakah seorang Ibu perhitungan dalam memberikan kasih sayang? Air susu yang keluar tidak mungkin bisa ditarik – masuk kembali.

Jangan salah, memberi tak selalu harus berkaitan dengan uang dan materi. Kahlil Gibran mengatakan, ”Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian yang penuh arti.” Ada banyak sekali kesempatan bagi kita untuk memberi. Anda bisa memberikan perhatian, pengertian, waktu, energi, pemikiran, pujian, dan ucapan terima kasih. Anda bisa memberikan jalan bagi pengendara mobil lain di jalan raya. Anda juga bisa sekedar memberikan senyuman. Hal-hal yang sederhana ini dapat berarti banyak bagi orang lain.

Orang yang enggan memberi adalah mereka yang tak pernah belajar dari kehidupan itu sendiri. Seperti orang yang tidak pernah punya Ibu. Padahal esensi kehidupan adalah memberi. Tuhan sebagai sumber kehidupan adalah Sang Maha Pemberi. Lihatlah, betapa Tuhan telah memberikan segalanya tanpa pilih kasih, tak peduli kita baik ataupun jahat. Inilah unconditional love, sebuah cinta tanpa syarat. Demikian juga dengan seorang Ibu.

Jadi, kalau memang ingin merenung di Hari Ibu ini, simaklah baik – baik sedikit pituah di atas perihal memberi. Semoga tidak salah langkah. Memang di dalam surat Az-Zukhruf ayat 18, Allah menjelaskan bahwa wanita itu suka perhiasan dan tidak jelas. ”Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran.” Oleh karenanya, kenapa Nabi mengulangnya 3 kali dalam memahami seorang Ibu, sebab sifat bawaan wanita yang penuh ketidakpastian dan susah untuk dimengerti. Untuk itu perlu kerja ekstra dan sedikit memaksa.

Oleh: Faizunal Abdillah

Comments 1

  1. Hajar says:
    3 years ago

    Alhamdulillah jaza kumullahu khoiro atas nasihaatnya,
    Semoga alloh paring barokah. Aamiin…

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Azizs on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Fauzi Achmadi on Cinta, Cinta
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

September 2, 2026
Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

September 2, 2026
Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

September 2, 2026
LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak September 2, 2026
  • Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah September 2, 2026
  • Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.