Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Bangun Malam 10

2012/04/23
in Nasehat
1
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dahulu, salah seorang tabi’in pernah berkata, “Sungguh, jika tiada sepertiga malam terakhir, aku tidak betah hidup di dunia ini”. Petuah yang indah. Ia benar-benar mereguk kenikmatan tiada tara saat berkhalwat (berduaan) dengan Tuhannya – lewat jalan bangun malam.  Jaman bukan lagi halangan. Dunia hanyalah sementara.

Di sini, saat ini, seorang anak manusia berkata; “Sungguh, betapa inginnya diriku untuk bisa bangun malam, mumpung masih ada waktu di dunia ini.” Keinginan ‘meniru’ yang menggantung. Di tengah asa dan usaha yang terus membumbung. Berkelindan di ombang – ambing derasnya arus jaman. Di mana gelap malam dan siang hampir tak ada bedanya. Inilah tipuan dunia. Kesenangan yang membujuk. Walau niatnya patut diapresiasi. Akankah asa pada puncaknya?

Suatu ketika ada sekelompok sahabat yang telah mengalami kehausan karena kehabisan minuman dalam perjalanan safar berhari-hari. Ketika mereka menemukan sebuah sumber air, segera mereka minum dan membasahi muka sepuas-puasnya. Namun ada seorang sahabat yang justru ketika ia akan mengambil air, ia malahan menangis sesenggukan. Sahabat lain pun bertanya, “Mengapa engkau menangis, padahal Allah memberikanmu minuman pada saat kehausan?”.
Sahabat tersebut berkata, “Ketika aku membaca doa “Allahumma bariklana fii maa razaqtana waqina adzabannaar”, terbayang olehku penduduk neraka yang lebih haus dariku, namun diharamkan padanya meminum air sedikit pun. Firman Allah: “Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (QS. Al-A’raaf: 50).
Subhanallah, sahabat tersebut mampu menangkap hakikat kalimat “waqina adzabannar” dalam doa mau makan dan minum. Kenapa? Karena ia selalu berdzikir mengingat Allah setiap waktu. Persis seperti Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang duduk dalam suatu tempat, lalu di situ ia tak berdzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan”. (HR Abu Dawud).
Masyaa’ Allah – saat ini, di sini, di jaman ini, jangankan mengingat neraka. Banyak anak manusia yang makan dan minum bahkan tanpa berdoa.  Di atas kelimpahan itu, ada kepongahan. Di tengah kemudahan itu, ternyata melenakan. Gembelengan. Bahkan tak jarang yang memakai tangan kirinya. Gaya – gayaan dan sok – sokan.
Diriwayatkan bahwa Haritsah RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Pagi ini, saya menjadi mukmin yang sebenarnya”. Beliau berkata kepadanya, “Seorang Mukmin yang benar itu memiliki hakikat. Lantas apa hakikat dari keimananmu?” Ia menjawab, “Saya jauhkan diriku dari dunia, hingga di mataku batu dan permata terlihat sama….”
Batu dan permata sama? Perumpamaan yang indah. Mirip cerita Abah (alm) yang methithi dengan wasiatnya agar melanggengkan bangun malam. Suatu ketika dia menggambarkan, saking nikmatnya bangun malam sehingga merasakan dunia seperti tai (kotoran manusia) – uang laksana larahan (sampah dedaunan). Saking khusyu’nya dalam beribadah. Saking tekunnya dalam bangun malam.

Di sudut lain kehidupan berkisah, sebagai gambaran kebanyak dari anak manusia, yang terpikat dengan dunia. Hasilnya, menjauhkan mereka dari bangun malam. Pun dunia tetap tidak kebagian.
Dikisahkan, seorang  guru  sedang bermeditasi  di  tepi sungai  kehidupan ketika seorang  murid  membungkuk  dan meletakkan dua butir mutiara indah di depan kakinya. Tanda hormat dan baktinya. Guru  itu  membuka  matanya,  mengangkat  salah  satu  butir mutiara itu dan memegangnya sembarangan, sehingga mutiara itu jatuh dan menggelinding masuk ke dalam sungai. Murid itu menjadi cemas dan segera meloncat masuk  ke  dalam sungai. Akan tetapi meskipun ia berkali-kali menyelam sampai malam, ia tidak berhasil menemukannya. Akhirnya dengan pakaian basah  kuyup  dan  badan  lelah,  ia membangunkan  guru  dari  meditasinya,  “Maaf Guru. Sekali lagi maaf. Guru tahu di mana mutiara itu jatuh. Tunjukkanlah tempatnya supaya saya dapat mengambilnya lagi dan mengembalikannya kepada guru.” Guru  itu  mengangkat  mutiara  yang lain, melemparkannya ke dalam sungai dan berkata, “Di situ!”
Di jamannya dan di saat kini, kebanyakan anak manusia mencoba memiliki harta – benda. Padahal  benda  tidak  dapat sungguh-sungguh  dimiliki.  Oleh karena itu, yang penting dipahami, pastikanlah  bahwa kita tidak dimiliki oleh benda-benda itu.
Kemudian hadits itu berlanjut:
“… Saya seakan-akan melihat singgasana Tuhanku tampak nyata. Saya seakan-akan melihat penduduk surga bersenang-senang di dalam surga dan penduduk neraka disiksa di dalam neraka.” Beliau SAW berkata, “Hai Haritsah, kamu telah mengetahuinya. Karena itu, istiqomahlah”. Kelanggengan beramal.
Dan anak manusia itu harus memulainya. Dari mana? Dari yang kecil. Dari hal yang kecil. Terus dan terus. Sedikit demi sedikit. Seperti meniti titah Nabi SAW yang satu ini. Dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah bersabda, ‘Aku menuruti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Kalau ia mengingat-Ku dalam hati, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Kalau ia mengingat-Ku di tengah kerumunan orang, Aku pun akan mengingatnya di tengah kerumunan yang lebih baik daripada mereka. Kalau ia mendekat diri kepada-Ku sejengkal, Aku pun mendekatkan diri kepadanya sehasta. Kalau ia mendekatkan diri pada-Ku sehasta. Aku pun akan mendekatkan diri kepadanya sedepa. Jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil”.
Dan yakinlah wahai anak manusia, dalil di atas masih berlaku di kelindan jaman apa saja.

 

Oleh : Faizunal Abdillah

Comments 1

  1. RATU FITRIA, S.Pd AUD, Gr, MPd says:
    1 year ago

    Alhamdulillah jazakallohu khoiroh, membuka paradigma kita apa sesungguhnya kita hadir di dunia ini. Niati semua karena Alloh kerjakan semua karena Alloh..menanti asa bersama rasululloh SAW di yaumil Qiyamah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Nanang Naswito on Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan
  • Nanang Naswito on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Ichwan Bali on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Azizs on Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat
  • Fauzi Achmadi on Cinta, Cinta
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

August 28, 2026
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

August 28, 2026
Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

Harapan LDII untuk Muktamar ke-35 NU, Sebagai Solusi Masalah Kebangsaan

August 27, 2026
Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

Pelatihan Jurnalistik LINES DPP LDII Bekali Peserta Kelola Event dan Fotografi Jurnalistik

August 31, 2026
Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

Relawan LDII Bagikan Ribuan Air Mineral dan Buka Posko Kesehatan Saat Muktamar Ke-35 NU

5
Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

Kabar Baik, Muhammad Shobrian Widyansyah Generasi Muda LDII Masuk Skuad Utama Persela Lamongan

4
Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Ketum LDII Sambut Kepengurusan NU yang Baru, dan Siap Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Umat

3
Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

Ribuan Warga LDII dan Masyarakat Sukoharjo Meriahkan Jalan Sehat Kebangsaan

2
LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak

September 2, 2026
Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah

September 2, 2026
Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi

September 2, 2026
LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

LDII dan MUI Jaksel Bahas Integritas dan Nasionalisme Saat Tausyiah Kebangsaan

September 2, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Kalbar Ingatkan Dampak Gawai dan Perkuat Pendampingan Bagi Anak September 2, 2026
  • Isi Kemerdekaan, LDII Sulawesi Selatan dan PMI Makassar Gelar Donor Darah September 2, 2026
  • Perkuat Kapasitas Pengurus, DPD LDII Sumedang Gelar Rapat Konsolidasi September 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.