Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Peneliti PPIM UIN Ungkap Pendidikan Agama Berpengaruh pada Sikap Toleransi Siswa

2023/12/25
in Nasional
1
Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam menjadi pembicara di FGD Kebangsaan DPP LDII. Foto: LINES.

Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam menjadi pembicara di FGD Kebangsaan DPP LDII. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta, (25/12). Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam mengungkapkan, ajaran agama mempengaruhi siswa atau mahasiswa untuk tidak mau bergaul atau berteman dengan teman sebaya yang menganut agama lain. Ia memaparkan hal itu di hadapan peserta focussed-group discussion (FGD) Kebangsaan Seri 1 DPP LDII, Sabtu (23/12) di Jakarta.

Pernyataannya tersebut merupakan kesimpulan penelitian Saiful dan timnya sejak 2017 hingga 2020 silam. Saiful yang juga Dewan Penasehat di PPIM UIN, mengatakan bahwa pada 2017, survei yang ia lakukan dalam rentang pengambilan data selama 37 hari.

“Salah satu poin yang kami dapat dalam survei tersebut, adalah toleransi internal, kepada sesama umat Islam tapi yang dianggap ‘berbeda’ atau ‘menyimpang’ yang ternyata menghasilkan presentase yang lebih kecil. Artinya, tingkat intoleran siswa dan mahasiswa pada sesama umat Islam yang ‘berbeda’ ini lebih tinggi. Sedangkan, toleransi terhadap penganut agama berbeda lebih besar.” paparnya.

Selanjutnya, pada 2018, Saiful dan timnya melakukan survei nasional tentang toleransi dan intoleransi dalam pendidikan di Indonesia yang berfokus pada guru. “Ternyata, opini intoleran pada hal yang sama seperti survei tahun sebelumnya pada siswa mencapai lebih dari 50 persen. Sedangkan, untuk intensi aksi, persentasenya lebih kecil, sekitar 35 persen,” jelas Saiful.

Ia juga mengatakan, faktor-faktor yang mendukung sikap intoleransi para guru dalam survei tersebut, dirangkum dalam tiga poin, yaitu faktor pandangan Islamis, demografis, dan afiliasi ormas.

Responden cenderung setuju bahwa semua ilmu sudah ada dalam Alquran, sehingga umat Islam tidak perlu mengambil ilmu dari Barat. Begitu pula dengan syariat-syariat agama yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, harus didukung penuh untuk ditegakkan.

“Namun, hal yang lain yang cenderung lebih ekstrim dari pandangan intoleran ini diantaranya adalah menganggap bahwa UUD 1945 dan Pancasila sebagai hukum dan pedoman hidup bangsa Indonesia dianggap sebagai thoghut, atau dalam kata lain mengambil hak Allah sebagai pembuat hukum. Selain itu, poin lain juga mengatakan bahwa non-Islam dilarang menjadi presiden di Indonesia,” ujarnya.

Dari segi demografis, Saiful memaparkan bahwa guru perempuan cenderung intoleran daripada guru laki-laki. Selain itu, guru madrasah atau sekolah swasta juga cenderung lebih intoleran pada pemeluk agama lain daripada guru sekolah negeri. Sedangkan pada faktor ketiga, afiliasi ormas yang diikuti juga sangat mempengaruhi sikap intoleransi seseorang.

Selanjutnya survei tahun 2020 melibatkan dosen dan mahasiswa. Ia memaparkan faktor yang berkolerasi positif dengan toleransi seperti sosial-ekonomi, iklim kampus, kegiatan keagamaan, rasa keterancaman, dan intensitas membaca artikel keagamaan online. “Dalam faktor sosial-ekonomi, semakin tinggi tingkat lintas agama dan suku, semakin tinggi sikap toleransinya,” ungkap Saiful.

“Selain itu, dalam faktor iklim kampus, perguruan tinggi yang rata-rata sikap toleransi dosennya tinggi dan memberi perhatian dan pengakuan pada kalangan minoritas, akan mempengaruhi sikap toleransi mahasiswanya,” lanjutnya.

Sebaliknya dalam faktor kegiatan keagamaan, kata Saiful, semakin aktif mahasiswa dalam kegiatan keagamaan di kampus, maka tingkat toleransi mahasiswanya semakin rendah. Sama dengan faktor keterancaman dan intensitas membaca artikel keagamaan online. “Yakni, semakin mahasiswa merasa terancam, secara sosial maupun ekonomi, dan semakin tinggi intensitas membaca artikel keagamaan online, maka semakin rendah pula sikap toleransinya,” ujar dia.

Menyikapi hasil survei tersebut kepada guru, dosen, maupun mahasiswa, ia berharap agar lebih bisa bersikap toleran terhadap sesama. Sebab, opini atau sikap, kedua hal tersebut bersifat konsepsional, yang mana penting untuk memberikan wawasan dan contoh perilaku toleran itu sendiri sejak bangku sekolah.

Perilaku intoleran yang malah justru banyak dilakukan oleh orang dewasa, menurutnya perlu adanya aturan hukum yang tegas membatasi, mengurangi, dan mengikis perilaku-perilaku intoleran demi terjaganya Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. (AG/Lines)

Comments 1

  1. Pri Adhi joko Purnomo says:
    2 years ago

    Toleransi yang sudah diajarkan Nabi di Madinah sudah sangat cukup untuk mewujudkan toleransi antar umat beragama di Indonesia….

    Semoga barokah

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Fauzi Achmadi on Sekelumit Kartini
  • Lasino on LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi
  • Suraji on Ponpes Wali Barokah Fasilitasi PTK Gelar Latihan Rutin dan Halal Bihalal
  • Suraji on LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi
  • Nanang Naswito on DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

April 16, 2026
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

April 14, 2026
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

April 16, 2026
Ratusan Generasi Muda LDII Ikuti Workshop Public Speaking di Hari Kedua GenFest

Ratusan Generasi Muda LDII Ikuti Workshop Public Speaking di Hari Kedua GenFest

April 14, 2026
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

4
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

3
Kerja Bakti Warga LDII Kalisemen Rawat Aset Yayasan dan Perkuat Kebersamaan

Kerja Bakti Warga LDII Kalisemen Rawat Aset Yayasan dan Perkuat Kebersamaan

3
DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026

DPP LDII Audiensi dengan Kemendagri, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Pascamunas X 2026

3
Sentuhan Qur’an

Sentuhan Qur’an

April 20, 2026
Sekelumit Kartini

Sekelumit Kartini

April 20, 2026
Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi

April 18, 2026
Halal Bihalal Bersama Pangdam XXI/Radin Inten, LDII Lamteng Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan

Halal Bihalal Bersama Pangdam XXI/Radin Inten, LDII Lamteng Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan

April 18, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Sentuhan Qur’an April 20, 2026
  • Sekelumit Kartini April 20, 2026
  • Mendes PDT Minta LDII Bentuk Desa Binaan untuk Ketahanan Pangan dan Energi April 18, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.