Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel

Nasi Pecel itu Mengantar Parni Sampai ke Tanah Suci

2024/03/23
in Artikel, Kisah
2
LDII ke Mekkah

Di antara bubur ayam dan nasi uduk, yang yang lazim jadi sarapan warga Jakarta, nasi pecel bukanlah yang populer. Meskipun nasi pecel sangat populer untuk sarapan di Nganjuk, Kediri, Ponorogo dan Madiun. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Parni dengan ulet menjajakan nasi pecel. Keuletannya selama 30 tahun mengantarnya berkunjung ke Tanah Suci.

Di antara bubur ayam dan nasi uduk, yang yang lazim jadi sarapan warga Jakarta, nasi pecel bukanlah yang populer. Meskipun nasi pecel sangat populer untuk sarapan di Nganjuk, Kediri, Ponorogo dan Madiun.

Tapi Parni berani menekuni kuliner yang kurang populer itu. Dengan semangat dan tekad yang luar biasa, ia menjajakan nasi pecel dengan cara berkeliling. Selama 30 tahun, ia menggendong keranjang dan penampi sederhana yang berisi pecel. Wanita asal Desa Kemasan, Sukoharjo, Jawa Tengah itu, menjelajahi setiap sudut Cipinang Timur hingga Jatinegara Kaum di bilangan Jakarta Timur demi mencari rezeki.

Pecelnya bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menginspirasi. Dari berjuang melawan cuaca sampai kampung-kampung yang hilang tergusur pencakar langit. Perubahan kampung menjadi gedung-gedung itu, tentu saja menggusur para pelanggan setianya.

Meskipun begitu, pelan tapi pasti nasi pecel buatan Parni mendapat ruang di hati pecintanya. Mereka terbiasa sarapan dengan nasi pecel. Parni memperoleh keterampilan membuat nasi pecel secara turun temurun. Nasi pecel merupakan budaya, yang terekam dalam jejak sejarah kuliner Jawa.

Dinukil dari medcom.id, Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM), Murdijati Gardjito, mengungkap istilah pecel berasal dari bahasa Jawa. Pecel atau pecal artinya diperas setelah direbus.

Pecel muncul di kehidupan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa sejak abad ke-9 masehi, era Kerjaan Mataram Kuno. Saat itu, Kerajaan Mataram Kuno dipimpin Rakai Watukura Dyah Balitung (898-930). Pada awalnya, pecel merupakan menu jamuan bagi rombongan kerajaan. Tetapi, kini pecel telah menjadi hidangan yang biasa disantap sehari-hari.

Jejak munculnya hidangan pecel juga dikisahkan dalam Babad Tanah Jawi. Pecel dalam kisah itu, membuat terpesona Sunan Kalijaga kala dihidangkan Ki Gede Pemanahan, saat bertandang di Kota Gede ibu kota Mataram Islam kala itu. Pecel yang terdiri dari sayuran, tauge, dan saos sambal kacang dipadu lauk pauk lainnya, memang legit dan lezat.

Bagi Parni pribadi, pecel merupakan penyelamat. “Saya terhimpit ekonomi ditambah dengan orangtua yang sudah sakit begitu lama,” ujar Parni yang mulanya bekerja sebagai pembatik. Ia memutuskan merantau ke Jakarta menumpang di rumah keponakannya. Himpitan ekonomi itu juga yang membuatnya nekat meninggalkan suami yang berprofesi sebagai buruh tani dan anaknya yang berumur tiga tahun.

“Saat itu, saya bekerja sebagai seorang pembatik di Sukoharjo, saya berpikir buruh batik hasilnya tidak seberapa dan seandainya saya punya anak, tentu tidak cukup untuk membiayainya,” ujarnya di sebuah balai di kawasan Jatinegara Kaum, Jakarta.

Setibanya di Jakarta, Parni tak langsung jualan nasi pecel tapi bubur candil. Banyak yang menyukai racikan buburnya itu, ia dan ponakannya menjajakannya hingga 10 tahun. Lalu ia menjual pula nasi pecel, rupanya “cuannya” lebih banyak ketimbang bubur candil. Ia pun memutuskan beralih menjajakan kudapan itu.

“Kalau dihitung, perkiraan saya jualan pecel sudah 30 tahun,” ujar Parni sembari tangan keriputnya meracik makanan khas Jawa itu.

Setelah 10 tahun di Jakarta, suaminya memutuskan menyusul. Parno, suaminya itu memutuskan untuk berjualan bakso di salah satu sudut toko minimarket di bilangan Cipinang Timur, Jakarta Timur, “Setelah 10 tahun di Jakarta akhirnya suami ikut merantau juga. Setelah di Jakarta, suami saya belajar jualan bakso, dan alhamdulillah sampai sekarang masih,” tambahnya.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Parni menceritakan perjuangannya menghidupi keluarganya. Sebab, di saat bersamaan, orang tua Parni meninggal dunia dengan meninggalkan dirinya dan tiga saudaranya.

Sebagai anak sulung, Parni harus menanggung biaya hidup mereka. Namun, karena keterbatasannya, ia tak sanggup untuk menyekolahkan adik-adiknya. Tapi ia tak kurang akal. ketiga adiknya ia kirim ke pondok pesantren hingga berhasil menjadi mubaligh.

“Ketika itu, ibu saya meninggal dunia dan kondisi adik-adik saya masih kecil. Otomatis saya harus menanggung mereka semua. Saat itu, ekonomi saya serba terbatas makanya tidak bisa menyekolahkan mereka. Tapi alhamdulillah bisa jadi mubaligh,” ucapnya sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya itu.

Ia bersyukur, jerih payahnya itu berbuah manis. Tak hanya mengentaskan ekonomi keluarga, keinginannya untuk bisa umrah ke tanah suci dikabulkan Allah SWT. Lebih tepatnya pada 2022 lalu, ia dan suaminya bisa beribadah di tanah suci Mekah.

“Alhamdulillah, selama saya di Jakarta 40 tahun, saya dan suami bisa umroh ke tanah suci. Kalau bisa dibilang hanya modal niat. Tabungan kami sebenarnya tidak cukup, tapi alhamdulillah bisa berangkat berdua,” ujar wanita 67 tahun itu.

Dan bahkan, banyak dari pelanggan pecelnya memberikan dukungan baik materil dan nonmateril. Ia mengaku, tak menyangka para pelanggan pecelnya itu begitu peduli dengan dirinya.

“Dan yang membantu biaya umrah adalah para pelanggan pecel. Mereka menyumbangkan uang rupiah dan real. Bahkan ada seorang pelanggan yang membelikan handphone,” ujarnya mengenang kebaikan para pelanggan.

Bagi Parni, berkunjung ke Tanah Suci adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Bahkan sering meneteskan air mata ketika melihat orang berangkat haji dan umrah, “Setiap melihat orang berangakat umrah saya selalu menangis. Berharap saya juga bisa kesana. Dan alhamdulillah Allah paring,” ujarnya.

Ia tak berhenti berharap dan berdoa, “Setiap habis salat saya selalu berdoa supaya bisa haji dan umrah. Dan alhamdulillah diberi kelancaran,”ungkapnya

Sedikit demi sedikit ia menabung. Kerja kerasnya dimulai sejak pukul 03.00. Ia mengayuh sepedanya menuju Pasar Klender, Jakarta Timur. Ketika sepedanya dipenuhi sayur-sayuran dan kebutuhan lainnya, Parni segera menuju dapur untuk meracik makanan khas Jawa, yang banyak digemari orang itu.

Ketika ufuk timur disepuh warna jingga, Parni bergegas melangkahkan kakinya dengan menggendong keranjang dan tampah, mengelilingi kawasan Cipinang Timur-Jatinegara Kaum. Tak lama berselang, pecel dengan cita rasa yang khas itu ludes di tengah kerumunan orang yang setia menjadi pelanggannya selama puluhan tahun lalu.

Ketika ditanya, bagaimana nanti ketika Jakarta sudah tidak lagi menjadi ibu kota? Ia menjawab, meski tak lagi menjadi ibu kota, Jakarta tetap akan menjadi daya tarik kaum urban untuk mengadu nasib seperti dirinya. (Faqih/LINES)

Tags: LDII Jakarta TimurPenjual Pecel Umroh

Comments 2

  1. Pri Adhi Joko Purnomo says:
    2 years ago

    Alhamdulillah..
    Hasil dari Kerjo mempeng lan tirakat banter

    Reply
  2. Firda says:
    2 years ago

    kisah yang sangat menginspirasi

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Dharmajaya on Kunci Keikhlasan
  • Fauzi Achmadi on Kunci Keikhlasan
  • Nana on Puncak Kezaliman
  • Parmadi on Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ
  • Nanang Naswito on Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

Ardhia Ikrimatu Zanjabila Mendengar Kalam Ilahi dalam Sunyi, Membawanya ke Panggung Nasional

July 11, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

July 11, 2026
LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi

LDII Ingatkan 5 Pilar untuk Tentukan Masa Depan Koperasi

July 12, 2026
Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat

Silaturahim dengan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, DPP LDII Diskusi Persoalan Umat

July 9, 2026
Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Pimpinan Komisi VIII DPR dan LDII Tolak Normalisasi Perilaku LGBTQ

5
Kunci Keikhlasan

Kunci Keikhlasan

2
Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

Yayasan Budi Luhur LDII Wonosobo Resmikan TK Budi Utomo Kampus 2

2
LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

LDII Karawang Perkuat Pembinaan 29 Karakter Luhur dengan Festival Generasi Penerus 2026

2
Kampung ProKlim Kembang Terima Penghargaan Kampung Tangguh Iklim dari Pemda DIY

Kampung ProKlim Kembang Terima Penghargaan Kampung Tangguh Iklim dari Pemda DIY

July 14, 2026
Hadiri Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Tawakkal, Kapolsek Tualang Ajak Jaga Kamtibmas

Hadiri Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Tawakkal, Kapolsek Tualang Ajak Jaga Kamtibmas

July 14, 2026
Gubernur Kukuhkan FKUB Lampung yang Jadi Wadah LDII Berkontribusi

Gubernur Kukuhkan FKUB Lampung yang Jadi Wadah LDII Berkontribusi

July 13, 2026
LDII Jabar Perkuat Kompetensi Guru Berbasis 29 Karakter Luhur

LDII Jabar Perkuat Kompetensi Guru Berbasis 29 Karakter Luhur

July 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Kampung ProKlim Kembang Terima Penghargaan Kampung Tangguh Iklim dari Pemda DIY July 14, 2026
  • Hadiri Gerakan Salat Subuh Berjamaah di Masjid Tawakkal, Kapolsek Tualang Ajak Jaga Kamtibmas July 14, 2026
  • Gubernur Kukuhkan FKUB Lampung yang Jadi Wadah LDII Berkontribusi July 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.