Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Sosial

“Memahat” Karakter Anak

2013/09/27
in Sosial
0
Nana-Maznah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Karakter anak terbentuk dari pola pengasuhan dan pribadi orangtua. Ibaratnya, orangtua merupakan “pemahat” dan anak adalah “pahatan” yang diproses mulai dari usia dini sampai beranjak dewasa.

Ada pameo yang bilang pendidikan yang paling baik adalah pendidikan yang dilakukan melalui contoh. Rumus ini selaras dengan prinsip dakwah nabi, dakwah bil hal, atau dakwah dengan perbuatan. Dengan demikian anak memperoleh model untuk dijadikan teladan dalam membentuk pengetahuan dan karakternya.

Menurut psikolog Dra Nana Maznah P, M.Si, karakter bukan sekadar perkataan tentang siapa kita. “Kita akan menentukan apa yang kita lihat, sedangkan apa yang kita lihat akan menentukan apa yang kita perbuat,” ujar Nana Maznah yang juga anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII. Karakter seseorang tidak dapat dipisahkan dari perbuatan.

Menurut Nana Maznah pribadi orangtua sebagaimana ‘pemahat’ yang membentuk  karakter anak, yang utama. Bila pola pengasuhan anak tepat dan orang tua juga mencontohkan hal-hal yang positif dari pribadinya, maka karakter anak yang terbentuk juga baik.

Dalam hal pembentukan karakter anak, yang paling berpengaruh besar diantara kedua orang tua adalah peran seorang ibu. Sudah menjadi qodarnya, para wanita yang mengambil peran mulai dari terbentuknya janin sampai melahirkan seorang calon generasi penerus. Seorang wanita atau ibu, diberikan kelebihan berupa perasaan halus dan lembut serta kesabaran yang belum tentu dimiliki oleh semua kaum pria.

Bagaimana tidak? Mengajari anak mengucapkan kalimat tauhid, cara beribadah, cara makan, bahkan menjadikan semua pengajaran itu menjadi kebiasaan yang melekat, semua itu butuh kesabaran dan ketelatenan tinggi. Dan wanita, dengan kelembutannya dapat memberikan sentuhan halus pada seorang anak, yang sampai kapan pun akan membutuhkan pribadi dan karakter seorang ibu. Namun, tetap harus ada peran seimbang antara kedua orangtua. Sehingga tidak berat sebelah.

Seperti contoh kasus anak seorang superstar Indonesia, Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani atau juga dipanggil Dul yang menjadi tersangka sekaligus korban dalam kecelakaan di kilometer 8 tol Jagorawi. Begitu kasus ini mencuat, masyarakat Indonesia bertanya-tanya, bagaimanakah pengawasan Ahmad Dhani terhadap ketiga anaknya yang baru beranjak dewasa. Mengingat pada kasus perceraiannya dengan Maia Estianty yang juga seorang musisi, saat itu Ahmad Dhani menyatakan sanggup mengasuh ketiga buah hatinya sehingga hak asuh anak jatuh ke tangan Ahmad Dhani. Dan bagaimana dengan terjadinya kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa anak ketiganya?

Pada akhirnya, Dul terus menerus memanggil nama ibunya, Maia. Disinilah bukti bahwa peran ibu tidak akan pernah bisa lepas dari penglihatan dan pemikiran seorang anak. Anak akan terus membutuhkan kasih sayang yang lebih dari seorang ibu di samping kasih sayang seorang ayah.

Wanita yang berperan sebagai ibu, harus mengerti peran dan fungsinya dalam keluarga. Mengerti kelemahan dan kekuatan diri, memahami apa yang perlu dibenahi dan apa yang perlu ditingkatkan agar nantinya dalam mendidik anak mengerti kapan mengatur anak dan kapan mengasuh anak. Karena menurut Nana Maznah dua hal yang berbeda. Anak perlu diatur kapan waktu makan, kapan tidur, kapan belajar dan lain-lain, agar anak terbiasa disiplin. Dan anak juga perlu diasuh dengan nilai-nilai kehidupan untuk membangun karakter anak. Ini berguna bagi masa depan anak.

generasi-penerus-putri-LDII

Anak ibarat pahatan sedangkan sang ibu adalah pemahat. Seorang pemahat perlu mempelajari struktur kayu, sketsa desain yang akan dibuat, dan kelengkapan alat-alat yang menunjang pembuatan pahatan. Semua itu butuh ketelitian agar proses memahat tidak terkendala. Dalam memahat pun, dibutuhkan kesabaran dan keuletan. Sehingga hasil pahatan memuaskan.

Walaupun, seringkali proses memahat tidak semulus rencana. Kegagalan adalah pelajaran bagi sang pemahat. Begitu juga dalam hal mendidik anak. Kepribadian anak yang sudah bawaan dari diri anak tersebut perlu diamati dan diteliti. Apa yang anak butuhkan, apa yang orang tua harapkan harus direncanakan sedemikian rupa. Anak juga diajarkan untuk memahami keinginan orang tua disamping keinginannya pribadi. Hal ini dapat berhasil apabila antara orang tua terutama ibu dan anak terjalin komunikasi yang baik. Setiap masalah yang terjadi antara orang tua dan anak diselesaikan dengan baik dan saling memahami.

Namun prakteknya, tidak semua ibu mengerti dan memahami bahwa mendidik pembentukan karakter anak itu penting. Dengan dalih kesibukan, banyak para orangtua terutama ibu, melewatkan masa-masa tumbuh kembang anak yang seharusnya menjadi kewajibannya. Lebih aneh lagi, banyak ibu-ibu yang tidak sibuk diluar rumah juga kurang memperhatikan pendidikan anak. Padahal,  anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan di akhirat. Setiap upaya yang dilakukan orangtua untuk anak pastinya akan dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Taala.

“Kunci keberhasilan pendidikan anak dalam keluarga sebenarnya tidak hanya dari seorang ibu, namun peran ayah juga diperlukan. Dengan adanya fungsionalitas peran ayah dan ibu, keluarga seimbang,” ujar Nana Maznah. Meski begitu, realita zaman sekarang, banyak juga wanita yang membesarkan anaknya seorang diri dan berhasil. Ini yang dapat dijadikan contoh bagi para orangtua. Hal ini juga tidak lepas dari pribadi baik dalam diri wanita tersebut.

Semakin berkembang zaman, semakin berkembang pula cara mendidik anak. Hendaknya orangtua terus mengawasi, mengamati dan mengikuti perkembangan anak. Memperbaharui sistem pendidikan pada anak sesuai perkembangan zaman. Agar di masa depan, tumbuh generasi-generasi cerdas yang lahir dari pola pengasuhan tepat dan pribadi yang positif. (Noni)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Suraji on LDII Siap Buka Kerja Sama dengan KB Bank Syariah, Dorong Pembiayaan Warga dan UMKM
  • Suraji on DPP LDII: Hari Kartini Momentum Perempuan Kian Berdaya di Era Digital
  • Suraji on Seminar Parenting Skill LDII Depok Bekali Pemahaman Anak Berkebutuhan Khusus
  • AngkaDH on Halal Bihalal Bersama Pangdam XXI/Radin Inten, LDII Lamteng Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan
  • AngkaDH on Pembekalan Dai PC LDII Kartasura: Strategi Meningkatkan Kompetensi Dai Profesional Religius di Era Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

April 16, 2026
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

April 16, 2026
Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

Ketua Umum DPP LDII Paparkan Visi-Misi Saat Silaturrahim Syawal LDII Banten

April 20, 2026
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

April 14, 2026
Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

4
Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

Kementerian Koperasi Dorong Penguatan Permodalan dan Tata Kelola BMT

3
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

3
Kerja Bakti Warga LDII Kalisemen Rawat Aset Yayasan dan Perkuat Kebersamaan

Kerja Bakti Warga LDII Kalisemen Rawat Aset Yayasan dan Perkuat Kebersamaan

3
PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan

April 22, 2026
Pengurus LDII Tabanan Silaturahim dengan Ketua PC NU Bahas Sinergi Lanjutan

Pengurus LDII Tabanan Silaturahim dengan Ketua PC NU Bahas Sinergi Lanjutan

April 22, 2026
LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

April 22, 2026
LDII Bali Ajak Para Ibu Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

LDII Bali Ajak Para Ibu Jadi Garda Depan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

April 22, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • PC LDII Cikalong Wetan Hadiri Halal Bihalal MUI Kecamatan April 22, 2026
  • Pengurus LDII Tabanan Silaturahim dengan Ketua PC NU Bahas Sinergi Lanjutan April 22, 2026
  • LDII Kota Bandung Audiensi dengan Kemenag Perkuat Sinergi Pembinaan Umat April 22, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.