Makkah(16/6). Dokter Spesialis Penerbangan KKHI Makkah, dr Syougie mengatakan, PPIH terus menjalankan program tanazul untuk mempercepat kepulangan jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan. Hal itu ia sampaikan usai pendorongan tiga jemaah haji ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (15/6/2026).
Hingga kini, tercatat 142 jemaah telah diberangkatkan lebih awal ke Tanah Air melalui program tersebut. “Jadi program tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis itu dipulangkan lebih awal dari kloternya atau jika jemaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia itu kami pulangkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tanazul diberikan kepada jemaah yang dinyatakan layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Setiap jemaah harus melalui proses asesmen kesehatan secara menyeluruh, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah itu, tim medis akan menilai stabilitas kondisi pasien dan melakukan konsultasi dengan dokter penanggung jawab sesuai jenis penyakit yang diderita. “Alur yang kami lakukan adalah setelah pulang dari rumah sakit atau yang datang ke KKHI, itu akan kami nilai dulu stabilitasnya lalu akan kita konsulkan ke DPJP yang terkait,” tambahnya.
Contoh misalnya, lanjutnya, jemaah ada masalah jantung kita konsulkan ke penyakit jantung, “Pasca-stroke kami konsulkan ke dokter saraf. Setelah itu baru nanti hasilnya dinilai apakah laik untuk terbang atau tidak, baru nanti kami programkan untuk mutasi kloternya,” jelasnya.
Hingga saat ini, KKHI mencatat terdapat sekitar 334 permohonan tanazul, dengan tambahan 33 permohonan yang masuk pada hari berikutnya. Namun tidak semua pengajuan berlanjut ke tahap pemulangan karena sebagian jemaah dapat kembali bersama kloternya.
“Yang masuk itu ada hampir 400 permohonan yang masuk tetapi itu baru permohonan saja. Karena kadang mereka telah memohonkan tetapi jemaahnya telah pulang, itu bisa kembali dengan kloternya. Jadi permohonannya bukan ditolak tetapi dia tidak jadi ditanazulkan,” urainya.
Menurut data terakhir, sebanyak 142 jemaah telah dipulangkan melalui program tanazul hingga Senin malam. “Sampai kemarin malam 142. Kalau untuk permohonan itu 334, belum termasuk yang hari ini ada 33 permohonan,” ujarnya.
Pada Senin pagi, terdapat tiga jemaah tambahan yang menjalani tanazul. Mereka sempat dijadwalkan berangkat melalui Bandara Jeddah, namun dialihkan ke Madinah karena keterbatasan slot penerbangan.
“Ini tiga ke Jeddah, nanti kami agak siangan karena slotnya sudah penuh. Kami evakuasi ke Madinah karena penerbangannya sudah penuh. Jadi kami evakuasi ke Madinah, baru nanti dari Madinah ditanazulkan lewat Bandara Madinah,” katanya.
Syougie menegaskan, jemaah yang mengikuti program tanazul tetap mendapatkan pengawasan medis hingga menjelang keberangkatan dan akan diperiksa ulang sebelum menuju ruang tunggu bandara. Pendampingan kesehatan juga terus diberikan hingga mereka tiba di Tanah Air. (Faqihu Sholih/MCH 2026)














