Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Kalah Menang Rukun

2025/06/25
in Opini
5
Ilustrasi pertandingan sepakbola U-10 antar majelis ta’lim.

Ilustrasi pertandingan sepakbola U-10 antar majelis ta’lim.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Thonang Effendi

Siang, menjelang tengah hari di lapangan sepakbola pondok pesantren di timur Jakarta partai final pertandingan sepakbola U-10 antar majelis ta’lim digelar. Dua tim finalis bertanding, menampilkan kemampuan terbaiknya hasil latihan rutin selama ini. Adu penalti menjadi penentu juara karena kedua tim tampil sama hebatnya. Layaknya sebuah final Piala Dunia diperlukan satu tim yang dinobatkan sebagai juara. Hasil akhir satu tim menang dan satu tim kalah dengan selisih satu gol tendangan penalti yang berhasil ditepis oleh kiper.

Kiper tim yang menang diangkat, dibopong sambil bersorak sorai, “Alhamdulillah, Allah memberi kita kemenangan,” kata kapten tim. “Alhamdulillah, akhirnya, hasil latihan yang kita lakukan selama ini berbuah juara,” celetuk salah satu pemain. Satu tim sujud syukur dengan air mata haru menetes tanpa disadari namun alami.

Di sudut lain lapangan, air mata juga mengalir dari tim yang kalah. Rasa sedih, sesal, menyalahkan diri sendiri dan dengan tersedu-sedu penendang penalti yang gagal berucap ”Maafkan aku ya teman-teman, gara-gara tendanganku gagal kita jadi kalah,” tangispun berlanjut. Sang kapten tim, menghela napas panjang menahan sedih berkata, “Qodarullah, hari ini kita belum menang, kita satu tim, kita sudah berusaha sak pol kemampuan (sekuat tenaga)”. Berhenti sejenak, melihat satu per satu teman-temannya. Seketika satu tim hening, mereka sadar dan teringat nasihat dalam pengajian, hidup kita tak lepas dari 4 maqodirullah. Qodar nikmat, kita bersyukur, qodar cobaan, kita bersabar, qodar musibah, kita istirja’, qodar salah, kita bertaubat.

Sang kapten melanjutkan berkata, ”Apapun yang terjadi hari ini, meskipun kita kalah, Alhamdulillah kita masih juara dua. Inilah hasil terbaik yang Allah berikan pada kita”. Salah satu anggota tim menimpali, “Mereka layak juara karena memang permainannya lebih bagus”. Penendang penalti yang gagal turut menimpali, “Kamerun, kalah menang rukun”. Sang kapten berteriak, “Ayo teman-teman kita ucapkan selamat pada tim yang juara”. “Ayo, kita ucapkan selamat dan kita rayakan kemenangan bersama ini,” jawab tim serempak dan semangat.

Kamerun, kalah menang rukun bukan kalimat biasa yang mudah terucap dari tim yang kalah. Ia adalah refleksi hidup yang penuh makna. Kekalahan bukan akhir segalanya, tapi awal dari penerimaan dan kedewasaan. Dalam hidup yang penuh kompetisi dan upaya untuk menjadi sukses dalam segala aspek, kadang kita sering merasa berat untuk menerima kenyataan bahwa dalam sebuah pertandingan ada yang menang dan ada yang kalah, ada kalanya sukses dan ada kalanya gagal. Sebuah pembelajaran berharga bisa kita dapatkan dari permainan sepakbola, dari penentuan juara lewat adu penalti, dari keikhlasan anak-anak menerima kekalahan. Ketika hati belajar menerima kenyataan, hadza qodarullah, maka sepahit apapun kondisi kehidupan terasa nyaman untuk dijalani karena ada Allah yang mencukupinya.

Al-Qur’an mengingatkan kita dalam surat At-tholaq ayat tiga, “…Waman yatawakkal alallahi fahuwa hasbuh…”. Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Ini adalah peringatan untuk berhenti sejenak, merenung dan menyadari pentingnya memiliki sikap tawakal dalam menjalani kehidupan. Meskipun berusaha dan berikhtiar itu penting, namun pada akhirnya hasil dari usaha tersebut adalah kehendak Allah. Percaya dan berserah diri kepada Allah akan mendatangkan ketenangan dan keyakinan bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Di sisi lain untuk mewujudkan kerukunan ada salah satu dari lima syarat kerukunan yang perlu dipraktikkan yaitu banyak sabarnya, keporo ngalah, wani ngalah, dan rebutan ngalah. Sabar merupakan karakter luhur yang harus dimiliki sehingga mampu menghadapi dan menyikapi segala peristiwa kehidupan dengan bijaksana.

Terkait pembiasaan praktik karakter luhur untuk anak-anak melalui permainan sepakbola LDII bekerjasama dengan Forsgi (forum sepakbola generasi Indonesia). Lewat sepakbola anak-anak selain berolahraga juga dibiasakan olah pikir dan olah rasa. Simulasi nyata praktik 29 karakter luhur bisa anak-anak terapkan dalam setiap tahapan latihan dan pertandingan sepakbola. Bagaimana mempraktikkan 6 thobiat luhur; jujur, amanah, mujhid-muzhid, rukun, kompak dan kerja sama yang baik, 4 maqodirullah, 5 syarat kerukunan dan 4 roda berputar terwujud nyata dalam setiap sesi pembinaan maupun saat pertandingan berlangsung.

Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa perilaku berkarakter merupakan keterpaduan olah hati (etika), olah pikir (literasi), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik). Ketika seseorang mampu memadukan keempat komponen ini dalam hidupnya, maka ia akan lebih mudah merasakan diri sebagai manusia yang utuh, seimbang, dan berkarakter.

Akhirnya, membentuk manusia yang utuh, manusia yang seutuhnya memang membutuhkan waktu yang lama. Dimulai dari persiapan di dalam rahim, program seribu hari pertama, pembinaan anak usia dini, cabe rawit, pra remaja, remaja, pra nikah, dewasa dan lansia hingga husnul khotimah. Dan ternyata, ungkapan sederhana, kalah menang rukun memberikan ruang perenungan bahwa harmoni manusia menemukan maknanya.

Penulis:

Thonang Effendi

Ketua Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII

Tags: Kalah Menang RukunOpini LDIIOpini Thonang

Comments 5

  1. Gathot Wardoyo says:
    1 year ago

    Pelajaran hidup memang sangat variatif, Alhamdulillah kita bersyukur sudah dibimbing oleh ulama2 untuk memahami kunci2nya yg universalal , Trims mas Thonang sudah berikan salah satu contohnya.

    Reply
  2. Sugiyono says:
    1 year ago

    Benar sekali pak Thonang, dalam segala bentuk perlombaan, juara bukan menjadi tujuan utama bagi warga LDII, namun 29 karakterlah yang diutamakan, sehingga jika jika dikodar kalah tetap rukun, tetap kompak & terus bekerjasama yg baik dan jika dikodar menang alhamdulilah, semoga sepakbola U-10 terus meraih prestasi yg barokah.

    Reply
  3. Wahyu Triyono says:
    1 year ago

    Kamerun… Sederhana namun penuh makna. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran dan kebarokahan dalam setiap amal solih kita. Kerukunan, kekompakan yang barokah. Aamiiin.

    Reply
  4. Krishna Purnawan Candra says:
    1 year ago

    Kamerun perlu di hayati, bukan nama negara di Afrika…., ternyata slogan “kalah menang rukun”.
    Memang Joss tenan pak Thonang ini.

    Reply
  5. Ustad yulianto says:
    1 year ago

    Semua ini di dapat dari penerapan pendidikan karakter luhur(rukun kompak kerja sama yg baik) yang setiap saat di praktikkan sehingga di setiap kegiatan bisa terwujud dengan baik
    Terima kasih pak Thonang sudah memberikan pencerahan untuk kita semua semoga bermanfaat dan barokah 🙏🙏

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • ihsanudin udin on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Subandi Yanto on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Azizs on DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
  • Mulyadi Safwan on Bentuk Karakter Luhur Generasi Muda, LDII Kota Palembang Helat Perkemahan CAI
  • Angka DH on LDII Talang Kelapa Gotong Royong Buka Lahan Lokasi Pembangunan KUA
  • Trending
  • Comments
  • Latest
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

DPP LDII: Hari Bakti Adhyaksa untuk Ciptakan Kesetaraan Penegakan Hukum

July 23, 2026
LDII Perkuat Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah

LDII Perkuat Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah

July 21, 2026
LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

LDII Gunungkidul Perkuat Kolaborasi dengan DLH

July 22, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

3
LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

LDII Pemalang Konsolidasikan Program Pascamunas X

2
MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

MPLS SMA Generasi Unggul Bekali Siswa Baru Wawasan Organisasi dan Karakter

2
LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

LDII dan MUI Jatim Perkuat Sinergi di Bidang Lingkungan dan Wawasan Kebangsaan

1
Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar

Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar

July 26, 2026
Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah

July 26, 2026
DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

July 26, 2026
LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

LDII DIY: LDII Berasal dari Masjid, Siap Berdakwah dalam Lingkup Ekoteologi

July 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Mimpi Besar Pecinta Kulit Bundar July 26, 2026
  • Muswil VIII LDII DIY Bertekad Tingkatkan Kontribusi Pembangunan Daerah July 26, 2026
  • DPP LDII: FORSGI Jadi Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda July 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.