Jakarta (9/4). Di tengah dinamika geopolitik yang sedang bergejolak, Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), KH Said Aqil Siradj mengajak warga negara Indonesia untuk bersyukur karena Indonesia berada dalam kondisi stabil. Hal tersebut ia sampaikan saat membekali peserta Munas X LDII, pada Rabu (8/4) di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta.
“Alhamdulillah Indonesia dalam keadaan stabil, rukun, dan kompak. Adapun ada perbedaan itu wajar dan pasti ada, namun perbedaan antarormas bukan pada prinsip,” ujarnya.
Said menambahkan, semua umat Islam wajib berdakwah dengan dakwah bil hikmah melalui pendekatan yang bijak, dakwah dengan ucapan yang baik dan dialog yang berkualitas. “Alhamdulillah umat Islam di Indonesia sudah menjalankan itu,” katanya.
Dalam materinya, ia mengingatkan bahwa manusia merupakan makhluk yang paling sempurna karena satu-satunya makhluk yang diberi kepercayaan oleh Allah untuk menerima amanat. Disebutkan KH Said, amanat tersebut berupa amanat langsung dari Allah dan amanat yang bersifat kemanusiaan.
“Amanat langsung dari Allah sebagaimana Allah memberikan manusia akal, sehingga lahir gagasan. Dalam menjalankan amanat dan gagasan, niatnya supaya baik sehingga amanat tersebut dapat berhasil,” ujarnya.
Said juga mengajak umat Islam untuk meneladani sifat Nabi Muhammad SAW yang penuh hikmah. Memaknai hikmah diumpamakan disiplin dan taat pada pemimpin, “Agama harus dipimpin oleh orang-orang yang kuat dan berani. Dengan demikian kita akan menang, mudah-mudahan LDII juga menang dan besar,” ujarnya. Mewujudkan kemenangan itu, umat Islam harus memiliki sifat sidiq dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Amanat kedua dari Allah, KH Said menjelaskan, berkaitan dengan peradaban dan kesejahteraan. Ia mencontohkan beberapa tokoh Islam yang berhasil membangun peradaban dan mengajak LDII membangun peradaban dengan ilmu. “Mari kita bangun LDII berkualitas dengan ilmu pengetahuan, utamakan kualitas bukan kuantitas,” ajaknya.
Dalam bidang pendidikan, KH Said berpesan, LDII supaya membentuk generasi muda yang berilmu, cakap, memiliki skill dan menguasai skill. Ia juga berharap LDII bisa mewujudkan kesejahteraan bagi umat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP LDII Prof. Singgih Tri Sulistiyono mengapresiasi paparan materi KH. Said yang mendorong umat Islam untuk menjadi umat yang unggul di dalam pembangunan masyarakat, terutama masalah moralitas. Selain itu, unggul masalah kesejahteraan, menciptakan perdamaian, dan selalu berpikiran positif untuk kesejahteraan bersama. “Ini saya kira sangat diperlukan di dalam konteks zaman digital saat ini,” ujarnya.
Dalam mewujudkan umat yang unggul, Prof. Singgih berpendapat, bukan hanya ulama yang berperan, tetapi seseorang yang juga memiliki empati kemanusiaan. “Sikap inilah ke depan sangat diperlukan dalam masyarakat pasca modern,” imbuhnya.
Menanggapi pesan KH Said terkait pendidikan, pembinaan moral dan pembinaan karakter luhur, menurutnya, pesan tersebut sudah sangat relevan dengan program LDII. Sementara dalam bidang kesejahteraan, program LDII sangat kental dengan program-program peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga bisa mandiri secara ekonomi, “Sehingga bisa memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam hal kesejahteraan,” katanya.
Prof. Singgih menambahkan, untuk menjadi umat yang unggul perlu menambah skill terkait pengembangan teknologi sehingga umat Islam tidak akan kalah. Ia menilai, kalau kita kalah teknologi dengan bangsa lain maka tentu kita tidak akan bisa menjadi pemenang.
Menurutnya, semua pesan KH Said telah tercakup dalam program LDII. “Adapun pembekalan dari beberapa tokoh ini akan menjadi bahan menyusun program kerja LDII lima tahun mendatang,” pungkasnya.












