Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Cemburu

2026/05/25
in Nasehat
0
Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Ilustrasi: AI-Generated, LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Mungkin ini hanya bahasa kita (saya). Dan menjadi batasan pemahaman kita juga. Tapi semoga bermanfaat buat perjalanan jiwa menuju paripurna. Ada satu sifat Ilahi yang sering luput dari renungan kita: cemburu. Namun, bukan seperti cemburu manusia yang sempit dan rapuh, melainkan cemburu yang suci, menjaga, dan penuh kasih. Allah itu cemburu. Bahkan, cemburu-Nya jauh melampaui cemburu seorang hamba yang paling cemburu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah adalah ketika seorang mukmin melakukan apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan:

لَا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ

“Tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah.” (HR. Bukhari)

Cemburu Allah bukanlah emosi lemah, melainkan penjagaan yang agung terhadap kehormatan hamba-Nya. Ia lahir dari cinta yang tidak ingin tercampur, dari kasih sayang yang tidak rela dibagi. Ketika seorang hamba berpaling kepada selain-Nya, menggantungkan hati pada makhluk, atau melanggar batas yang telah ditetapkan, di situlah cemburu Ilahi itu tampak—sebagai peringatan, sebagai panggilan pulang.

Bayangkan seorang hamba yang telah diberi nikmat tak terhitung: nafas yang mengalir tanpa diminta, rezeki yang datang tanpa disadari, dan hati yang diberi kemampuan untuk mengenal kebenaran. Lalu ia gunakan semua itu untuk mendurhakai-Nya. Tidakkah itu melukai makna cinta yang agung?

Salah satu ayat yang paling mencerminkan hal ini adalah:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik…” (QS. An-Nisa: 48)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah “tidak rela” jika hak-Nya sebagai satu-satunya yang disembah disekutukan. Ini bukan sekadar hukum, tetapi penjagaan terhadap kemurnian hubungan antara hamba dan Rabb-nya. Dalam makna inilah para ulama memahami adanya ghirah Ilahiyyah—kecemburuan yang menjaga tauhid.

Ayat lain yang sangat kuat:

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Maka janganlah kalian menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)
Seakan Allah menegur dengan nada yang dalam: mengapa hati yang Aku ciptakan untuk-Ku, justru kau bagi dengan selain-Ku? Inilah bahasa cinta yang “cemburu”—tidak ingin diduakan.

Bahkan dalam larangan zina, para ulama juga mengaitkannya dengan sifat cemburu Allah:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
Mengapa bukan hanya “jangan berzina”, tetapi “jangan mendekati”? Karena Allah menjaga kehormatan hamba-Nya dengan sangat ketat. Ini adalah bentuk ghirah—perlindungan yang lahir dari kasih sayang dan kehendak menjaga kesucian.

Demikian pula dalam ayat yang sering kita baca:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ… أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ… فَتَرَبَّصُوا

“Katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak… lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya… maka tunggulah…” (QS. At-Taubah: 24)

Ayat ini menyentuh sisi terdalam: Allah tidak ingin ada sesuatu yang lebih dicintai daripada-Nya dalam hati seorang mukmin. Ini adalah puncak makna “cemburu Ilahi”—bahwa cinta kepada-Nya harus menjadi yang tertinggi.

Cemburu Allah adalah bentuk penjagaan agar hati tetap murni. Ia tidak ingin hati seorang mukmin dipenuhi selain-Nya. Sebab hati itu, dalam hakikatnya, diciptakan hanya untuk satu tujuan: mengenal dan mencintai-Nya. Ketika hati itu terikat pada dunia, pada hawa nafsu, atau bahkan pada manusia secara berlebihan, maka keseimbangan itu rusak. Di situlah Allah “cemburu”—bukan karena membutuhkan hamba, tetapi karena menginginkan kebaikan hamba itu sendiri.

Cemburu Allah juga tampak dalam larangan-larangan-Nya. Setiap yang diharamkan bukan sekadar batas, tetapi pagar cinta. Seakan Allah berkata, “Jangan dekati ini, karena Aku ingin engkau selamat.” Maka ketika seseorang melanggar, ia bukan hanya menabrak hukum, tetapi juga menembus pagar penjagaan Ilahi.

Namun indahnya, cemburu Allah tidak pernah menutup pintu kembali. Justru ia sering menjadi sebab datangnya teguran, kesempitan, atau kegelisahan—agar hamba tersadar. Betapa banyak hati yang kembali kepada Allah setelah merasa hampa dalam maksiat. Itu bukan kebetulan. Itu adalah sentuhan cemburu-Nya yang mengajak pulang.

Dalam perspektif ini, kita memahami bahwa dosa bukan sekadar pelanggaran, tetapi pengkhianatan terhadap cinta. Dan taubat bukan sekadar penyesalan, tetapi kembalinya kesetiaan. Maka, jika hari ini kita masih diberi rasa bersalah ketika berbuat dosa, masih gelisah ketika jauh dari-Nya, bersyukurlah. Itu tanda bahwa Allah masih “cemburu” terhadap kita. Ia belum membiarkan kita tenggelam tanpa panggilan.

Akhirnya, marilah kita menjaga hati ini. Jangan biarkan ia dipenuhi oleh sesuatu yang fana. Karena ada Zat Yang Maha Cemburu, yang mencintai kita dengan cara yang paling suci—yang tidak ingin kita tersesat, dan selalu menanti kita kembali.

Tags: Cemburunasehat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • AngkaDH on LDII Tangsel Hadiri Pengajian MUI, Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Keagamaan
  • Saidah on Menko PM Cak Imin Apresiasi Skema Armuzna Kemenhaj, Optimistis Puncak Haji Berjalan Lancar
  • AngkaDH on DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya
  • ardam corp on DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya
  • Mutahar,spd on DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

May 21, 2026
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi, KH Sabela Rosyada

Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny

May 21, 2026
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak

Dam Tamattu’ Tembus 126 Ribu, Kemenhaj: Peningkatan Luar Biasa

May 23, 2026
Kemenag Tetapkan Idul Adha, LDII Berpartisipasi Amati Hilal

Kemenag Tetapkan Idul Adha, LDII Berpartisipasi Amati Hilal

May 18, 2026
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi, KH Sabela Rosyada

Apa Itu Murur dan Tanazul? Ini Penjelasan Musyrif Diny

9
Mensyukuri Nikmat di Atas Piring: Mengingat Peran Petani Padi

Mensyukuri Nikmat di Atas Piring: Mengingat Peran Petani Padi

6
DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya

DPP LDII Ingatkan Bahaya Belajar Sejarah, Tapi Tak Pernah Mengambil Hikmahnya

6
Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

Desainer Ida Royani Bahas Peran Sentral Ibu dalam Pengajian Wanita LDII Padang

6
Haji Ritual yang Dinanti

Haji Ritual yang Dinanti

May 25, 2026
Cemburu

Cemburu

May 25, 2026
SMA Insan Mulia Boarding School Latih Karakter dan Kemandirian Siswa

SMA Insan Mulia Boarding School Latih Karakter dan Kemandirian Siswa

May 25, 2026
SMP Alkarima Boarding School Bantul Melaju ke Final Lomba Cerdas Cermat Museum

SMP Alkarima Boarding School Bantul Melaju ke Final Lomba Cerdas Cermat Museum

May 25, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Haji Ritual yang Dinanti May 25, 2026
  • Cemburu May 25, 2026
  • SMA Insan Mulia Boarding School Latih Karakter dan Kemandirian Siswa May 25, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.