Klaten (6/5). DPD LDII Kabupaten Klaten menggelar sarasehan dan koordinasi bersama jajaran pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang di Masjid Jambu Kulon, Ceper, Klaten, Jawa Barat. Forum yang berlangsung pada Minggu (3/5/2026). Forum ini dimanfaatkan untuk konsolidasi internal dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja LDII di tingkat daerah hingga lingkungan terkecil.
Kegiatan diikuti unsur Dewan Penasehat, pengurus DPD, pembina PC, pengurus harian PC, Komunikasi Informasi Media (KIM), pembina PAC, hingga para ketua PAC. Peserta berasal dari Ceper, Pedan, Trucuk, Karangdowo, Juwiring, Wonosari, Polanharjo, dan Delanggu. Kehadiran struktur hingga paling bawah ini, untuk menyelaraskan arah kebijakan organisasi.
Wakil Sekretaris DPD LDII Klaten, Handoyono, memaparkan materi “Konsolidasi Organisasi April 2026” yang mencakup kondisi lingkungan strategis, instruksi organisasi, serta evaluasi kinerja. Ia juga mengulas hasil Musyawarah Nasional X LDII yang berlangsung pada 7–9 April 2026.
“Hasil Munas menjadi acuan dalam menyusun langkah organisasi ke depan, termasuk penguatan program pembinaan umat dan tata kelola organisasi,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Handoyono menyinggung dinamika global yang berpengaruh terhadap kondisi nasional dan daerah. Ia mengaitkan isu konflik kawasan Timur Tengah dengan persaingan penguasaan sumber daya dan jalur ekonomi dunia. Dampaknya, kata dia, berpotensi memicu kenaikan harga energi serta memengaruhi stabilitas ekonomi.
“Kondisi global seperti ini perlu disikapi dengan kesiapan di tingkat masyarakat, termasuk membangun pola hidup efisien dan meningkatkan produktivitas,” katanya.
Ia menambahkan warga LDII perlu memperkuat etos kerja serta mengelola penggunaan energi secara bijak. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah perubahan situasi global.
“Kemandirian dan kedisiplinan menjadi faktor penting agar masyarakat tetap stabil dalam menghadapi dinamika yang berkembang,” ucapnya.

Sementara itu, KIM DPD LDII Klaten, Taufik Fatoni, menyoroti pentingnya optimalisasi media digital dalam mendukung publikasi kegiatan organisasi. Ia menjelaskan perkembangan teknologi telah mengubah pola penyebaran informasi ke arah media baru berbasis digital.
“Pemanfaatan gawai menjadi sarana efektif untuk menyampaikan informasi dan kegiatan LDII kepada masyarakat luas. Peran KIM perlu diperkuat agar publikasi lebih terarah dan menjangkau generasi muda,” katanya.
Melalui kegiatan ini, LDII Klaten menargetkan peningkatan soliditas organisasi sekaligus mendorong peran aktif seluruh pengurus dalam menjalankan program secara berkelanjutan.













