Makkah (6/5) Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal mengatakan, seluruh petugas di sektor sudah berpengalaman menangani kedatangan gelombang pertama dan siap menghadapi intensitas layanan yang lebih tinggi. Guna menghadapi bertemunya arus kedatangan jemaah dari Madinah dan Jeddah secara bersamaan, Daker Makkah menerapkan pola layanan penuh selama 24 jam untuk memastikan tidak terjadi penumpukan.
“Petugas PPIH Arab Saudi di seluruh sektor insyaAllah sudah siap. Pengalaman di gelombang pertama berjalan lancar, mulai dari layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, sampai layanan kesehatan,” ujarnya, Rabu, (6/5/2026).
Ia menjelaskan, saat gelombang kedua dimulai, ritme kedatangan jemaah akan berlangsung sepanjang hari. “Nanti tidak ada istilah waktu jeda. Jemaah bisa datang pagi, siang, sore, bahkan malam. Karena itu petugas akan siaga 24 jam menerima kedatangan jemaah, baik dari Madinah maupun dari Bandara Jeddah,” jelas Ihsan.
Terkait pelaksanaan umrah wajib, jemaah yang tiba di Makkah tetap akan diberi waktu beristirahat terlebih dahulu sebelum diberangkatkan menuju Masjidil Haram. “Yang paling pokok bagi kami adalah kesehatan jemaah. Setelah perjalanan panjang dari Tanah Air ke Jeddah lalu ke Makkah, jemaah harus istirahat cukup sebelum melaksanakan umrah wajib,” katanya.
Khusus jemaah gelombang kedua, pemerintah mewajibkan penggunaan kain ihram sejak masih berada di embarkasi. “Untuk gelombang kedua, jemaah sudah kami instruksikan memakai ihram sejak embarkasi. Jadi ketika landing di Jeddah, mereka tinggal mengambil miqat dan langsung diberangkatkan ke Makkah tanpa perlu berganti pakaian lagi,” tegasnya.
Selain itu, jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok risiko tinggi akan mendapatkan pola layanan khusus saat pelaksanaan umrah. “Jemaah lansia dan disabilitas akan diprioritaskan dengan skema pelayanan khusus agar mereka tetap aman, nyaman, dan tidak terlalu kelelahan,” pungkas Ihsan. (Faqihu Sholih/ MCH 2026).













