Denpasar (8/5). DPD LDII Denpasar audiensi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbangpol) Kota Denpasar A. A. Ngurah Gede Darma Putra Atmadja dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB0. Pertemuan tersebut untuk membahas pengelolaan sampah bersama.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026) itu, diharapkan adanya kolaborasi mewujudkan lingkungan sehat dan hidup rukun.
Dalam pertemuan itu A. A. Ngurah Gede Darma Putra Atmadja menekankan perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah adalah hal terpenting. Misalnya dimulai membiasakan pemilahan sampah berdasarkan sumbernya. Selain itu ia juga mendorong pemanfaatan teknologi sederhana, seperti komposter rumah tangga.
Menurutnya menangani limbah dan sampah rumah tangga sebagai kompos adalah solusi praktis, yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD LDII Kota Denpasar, Moh. Kafilari mengatakan, sinergi antarlembaga diperlukan terutama untuk merespons isu pengelolaan sampah bersama, ”LDII telah membentuk tim khusus penanganan sampah dan mulai mengembangkan metode pengolahan berbasis masyarakat menggunakan cairan enzim,” jelas Kafilari.
Kafilari mengatakan DPD LDII Kota Denpasar berencana membentuk Duta Lingkungan Hidup dan Tim Edukasi Pengelolaan Sampah. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri. “Kami telah koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kejaksaan, juga telah dilakukan guna mendukung program tersebut, seperti yang telah berjalan di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Denpasar, I Made Arka memaparkan berbagai program kerja FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Program tersebut meliputi kunjungan ke rumah-rumah. ”Selain itu ada lomba konten kerukunan di tingkat masyarakat sebagai upaya memperkuat toleransi dan kebersamaan,” jelasnya.
Karena itu audiensi tersebut juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam penguatan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama, tetapi juga dalam mewujudkan Kota Denpasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.













