Makkah (9/5). Pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap seiring memasuki fase pemusatan jemaah di Kota Makkah menjelang puncak ibadah haji. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha saat konferensi pers di Kantor Urusan Haji, Makkah, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengatakan pemerintah terus memperkuat seluruh layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan fokus. Prioritasnya adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi. “Mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujarnya.
Hingga Jumat, (8/5/2026), tercatat sebanyak 165 kloter dengan total 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga: Aktivitas Jemur Jemaah Dibatasi, PPIH Siapkan Solusi Alternatif
Selain pergerakan dari Madinah, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, juga terus berlangsung. Hingga saat ini, sebanyak 28 kloter dengan total 10.731 jemaah dan 113 petugas telah tiba di Arab Saudi. Di samping itu, sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci.
“Secara keseluruhan, hingga hari ke-19 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi,” ungkapnya.
Dari sisi akomodasi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah telah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang menempati 94 hotel. Sementara di Makkah, PPIH melayani 165 kloter dengan total 63.822 jemaah yang tersebar di 180 hotel.
“Pada layanan konsumsi, hingga saat ini sebanyak 2.782.118 boks makanan telah didistribusikan kepada jemaah Indonesia, terdiri dari 2.129.003 boks di Madinah dan 653.115 boks di Makkah,” tambahnya.
Sementara itu, layanan bus shalawat di Makkah terus dioptimalkan untuk mendukung mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram. Hingga saat ini, layanan transportasi tersebut telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 trip.
Baca juga: Jelang Armuzna, KBIHU Diimbau Batasi Umrah Sunnah dan Tunda City Tour ke Luar Makkah
“Layanan transportasi, khususnya bus shalawat, menjadi layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” lanjut Ichsan.
Dari aspek kesehatan, hingga saat ini tercatat sebanyak 19.549 jemaah menjalani rawat jalan, 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan.
Menghadapi suhu di Madinah dan Makkah yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik.
“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegasnya.
Baca juga: Meski Kaki Patah, Tsamrotul Fuadah Tetap Tuntaskan Rangkaian Ibadah di Tanah Suci
Terkait data jemaah wafat, hingga 8 Mei 2026 tercatat sebanyak 20 jemaah wafat di Arab Saudi. Kemenhaj menyampaikan belasungkawa mendalam serta memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat dipenuhi sesuai prosedur.
Ichsan juga mengapresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa henti dalam melayani jemaah. “Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami hadirkan di lapangan,” pungkasnya.













