Madinah (9/5). Pelayanan jemaah haji Indonesia di kawasan Bir Ali, Madinah, mendapat perhatian dan apresiasi, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari negara lain. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Prof. Jaenal Effendi, saat melakukan inspeksi ke Sektor Bir Ali, Daerah Kerja Madinah, Sabtu (9/5/2026).
Prof. Jaenal mengungkapkan, kualitas layanan haji Indonesia tahun ini dinilai semakin baik. “Ketika kami bertemu dengan mitra kerja di DPR RI, mereka menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Jaenal.
Ia menyebut, salah satu layanan yang mendapat perhatian khusus adalah pelayanan petugas kepada jemaah di Bir Ali, titik miqat bagi jemaah Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib. “Menurut mereka, petugas Indonesia melayani jemaah dengan penuh kesabaran, sigap, dan sangat humanis di Bir Ali,” katanya.
Baca Juga: Jubir Kemenhaj: Mobilitas Jemaah Terus Berjalan Jelang Puncak Haji
Tak hanya dari DPR RI, pelayanan petugas Indonesia di Bir Ali juga menarik perhatian jemaah maupun petugas dari negara lain. Menurut Jaenal, pola pelayanan yang dilakukan petugas Indonesia dinilai bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam melayani jemaah mereka.
“Aktivitas petugas haji Indonesia saat mendampingi jemaah di Bir Ali ternyata menyita perhatian negara lain. Cara kita melayani, terutama kepada jemaah lansia dan disabilitas, menjadi sesuatu yang dilihat dan diapresiasi,” ujarnya.
Ia mencontohkan, petugas Indonesia kerap terlihat menggendong jemaah lansia, mendorong kursi roda, hingga memberikan prioritas penuh kepada jemaah berkebutuhan khusus. Sikap pelayanan seperti itu, kata dia, menjadi nilai lebih dalam penyelenggaraan haji Indonesia.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Rasul di Museum Biografi Nabi Muhammad di Madinah
Prof. Jaenal pun meminta seluruh petugas di Sektor Bir Ali untuk terus menjaga semangat pelayanan dan kekompakan tim. “Semangat kita adalah memberikan excellent service kepada jemaah. Karena itu, kekompakan, kepedulian, dan kerja sama harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para petugas untuk tetap menjaga kondisi fisik dan mental, mengingat suhu udara di Arab Saudi, khususnya Makkah, kini mencapai lebih dari 41 derajat Celsius. “Petugas harus menjaga stamina, menjaga pola makan, dan memastikan kondisi kesehatan tetap prima agar bisa terus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” pungkasnya. (Faqihu Sholih/ MCH 2026)













