Banyuwangi (11/5). Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi memverifikasi lapangan dengan meninjau kesiapan Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, pada Selasa (28/4/2026). Yayasan di bawah naungan LDII tersebut berencana mendirikan SD Budi Utomo Banyuwangi.
Tinjauan ini difokuskan pada standarisasi sarana dan prasarana (sarpras) sebelum izin operasional resmi diterbitkan. Dispendik Kabupaten Banyuwangi memeriksa kelayakan fasilitas sebagai syarat mutlak pendirian satuan pendidikan swasta baru di Bumi Blambangan.
“Verifikasi dilakukan setelah yayasan memenuhi syarat administratif, termasuk rekomendasi dari sekolah sekitar. Secara aturan, pendirian SD baru minimal berjarak 1,5 kilometer dari sekolah yang sudah ada. Namun, ada pengecualian bagi sekolah yang berbasis pondok pesantren,” ujar Kasubag Perencanaan dan Program (Kasi Sungram) Dispendik Banyuwangi, Muisman.
Ia menekankan pentingnya kualitas di tengah persaingan lembaga pendidikan yang ketat. Muisman berharap yayasan tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada mutu pembelajaran agar mampu menarik minat masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Aulia Rahman, menegaskan visi SD Budi Utomo Banyuwangi adalah mencetak generasi Islami yang unggul, dalam IPTEK serta kokoh dalam iman, takwa, dan akhlakul karimah.
“Kami berkomitmen menjawab tantangan moral di era modern. Misi kami berfokus pada pembiasaan nilai religius, mulai dari ibadah harian hingga program baca tulis Al-Qur’an,” ungkap Aulia.
Selain itu, Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi sekaligus Pembina Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Munir, menambahkan bahwa karakter jujur, disiplin, santun, dan tanggung jawab menjadi prioritas utama didirikannya SD Budi Utomo Banyuwangi.
“Selain karakter, aspek intelektual akan didorong melalui sistem pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Strategi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompetitif namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai spiritual dan berkarakter luhur,” tutupnya.













