Serang (13/5). Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan (PLK) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Banten, Kustantina menerima silaturrahim jajaran pengurus DPW LDII Banten, pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sinergi program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengelolaan sampah berbasis TPS 3R di Desa Kramatwatu.
Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito hadir didampingi Wanhat DPW LDII Banten Edwin Sumiroza. Dimo menjelaskan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan Dinas PMD Banten ke Kantor DPW LDII Banten beberapa waktu lalu. Menurutnya, program-program Dinas PMD Banten memiliki keselarasan dengan program pengabdian LDII untuk masyarakat.
“Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa sejalan dengan semangat pembangunan daerah untuk memperkuat, mempertajam, dan mensinergikan program prioritas agar semakin relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dimo.
Ia menegaskan, LDII Banten berkomitmen merealisasikan berbagai program yang bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, Edwin Sumiroza menilai pengelolaan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
“Awalnya kami belajar mengelola sampah dengan maggot. Lama-lama kami sadar ini bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bisa jadi sumber penghasilan,” kata Edwin.
Menurutnya, program tersebut berpotensi menciptakan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan dan daur ulang sampah secara ekonomis. Selain itu, dampaknya juga dapat mendorong berkembangnya pertanian berbasis pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kabid PLK Dinas PMD Banten, Kustantina mengapresiasi inisiatif LDII Banten dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami menyambut baik inisiatif dan komitmen LDII Banten. Program TPS 3R berbasis masyarakat yang digagas LDII ini sangat selaras dengan arah kebijakan Dinas PMD Banten, terutama dalam penguatan partisipasi warga dan pemberdayaan ekonomi desa,” ujarnya.
Kustantina menilai kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah menjadi contoh sinergi yang positif dalam pembangunan daerah. Ia mengatakan, program tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui pilot project di Desa Kramatwatu. “Harapannya program ini bisa direplikasi ke desa-desa lain di Banten,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan LDII dinilai strategis karena memiliki jaringan hingga tingkat PAC dan basis warga yang kuat di masyarakat. “Kalau urusan sampah dan ketahanan pangan ini digerakkan bersama, maka dampaknya akan terasa langsung oleh masyarakat,” pungkas Kustantina.












