Jember (22/6). DPD LDII Kabupaten Jember akan menggelar pendidikan dan pelatihan jurnalistik pada 20–21 Juni, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikan Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Affandi saat konsolidasi pembinaan generasi muda pada Minggu (14/6).
“Generasi muda perlu dibekali kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan,” jelas Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Affandi.
Ia mengungkapkan, perkembangan global yang berlangsung cepat menuntut lahirnya sumberdaya manusia yang profesional, berintegritas, dan mandiri, “Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Mereka harus menjadi pribadi yang profesional di bidangnya, religius dalam perilakunya, dan mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Malik menjelaskan kemandirian inilah yang akan membentengi mereka dari ketergantungan sekaligus mendorong mereka menjadi pencipta peluang kerja, “Kami menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM. Karena itu, LDII terus mendorong pembinaan generasi penerus yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kemampuan untuk mandiri,” ungkapnya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi pengembangan karakter dan kepemimpinan, etika bermedia digital, serta peningkatan kompetensi dan integritas di era globalisasi, “Mereka juga diajak mengenali peluang usaha melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah,” jelasnya.
Malik menjelaskan, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan generasi penerus LDII yang memiliki tiga karakter utama, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri, “Menurut kami, ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, peserta, Hizkil, mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama terkait pentingnya membangun kemandirian dan kreativitas di tengah perubahan yang terus berlangsung.
“Kami tidak hanya diajarkan menjaga ibadah dan akhlak di era digital, tetapi juga didorong untuk kreatif, tidak mudah menyerah, dan berani memulai usaha sendiri. Ini menjadi bekal penting bagi kami menghadapi masa depan,” tutupnya.













