Paser (2/7). LDII Tanah Grogot melalui Penggerak Pembina Generasi (PPG) Bidang Keputrian menggelar pelatihan kemandirian bagi remaja putri se-Kecamatan Tanah Grogot. Agenda tahunan PPG LDII Tanah Grogot itu untuk menyalurkan bakat dan kreativitas para putri.
Acara yang mengusung tema “Keputrian Cerdas, Santun, dan Berencana” (Kencana) itu digelar di Aula Barokah LDII Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur. Para remaja putri, dalam kegiatan itu diajarkan cara mengubah limbah plastik menjadi tas jinjing bergaya kekinian.
Ketua Bidang Keputrian PPG LDII Tanah Grogot, Nining Purwanti mengatakan, pelatihan tersebut menjadi wadah pembinaan karakter yang mendalam, “Melalui program Kencanamini, kami melatih life skill, dan mendorong para remaja putri untuk mempraktikkan 29 karakter luhur. Dalam proses pembuatan tas bersama, mereka dituntut untuk kompak dan membangun kerja sama yang baik. Secara tidak langsung, sangat efektif meningkatkan kerukunan antar remaja putri di lingkungan LDII Tanah Grogot,” jelas Nining pada Selasa (16/6/2026)
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia acara Melinda, menyoroti nilai ekonomi dan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan limbah plastik. Menurutnya, pemanfaatan bahan bekas adalah cerminan dari sikap cerdas dan berencana. “Kami sengaja memilih bahan dasar jerigen bekas untuk mengajarkan kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah di sekitar kita. Selain wadah menyalurkan kreativitas, hasil akhir berupa tas ini memiliki nilai jual, sehingga sejak dini mereka sudah memiliki mental kemandirian wirausaha,” ungkap Melinda.
Egris Tasya, salah satu peserta mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Pertama jerigen bekas dipotong menjadi tiga komponen utama: bagian bawah, tengah, dan gagang atas. Selanjutnya, setiap bagian dililit dengan sangat rapi menggunakan benang macrame tebal.
Para peserta diberikan kebebasan untuk memadankan variasi warna sesuai selera masing-masing. Setelah semua komponen tertutup rapat oleh lilitan benang, bagian-bagian tersebut disatukan menjadi sebuah tas utuh yang cantik, siap pakai, dan layak untuk dipasarkan.
“Acaranya seru dansangat bermanfaat bagi kami. Awalnya membayangkan membuat tas dari jerigen itu susah, tapi karena dikerjakan bersama sambil ngobrol dan tukar ide, ternyata jadi terasa menyenangkan. Kegiatan ini benar-benar bikin kita makin kompak dan rukun sama teman-teman yang lain,” tutur Egris dengan antusias.












