Nganjuk (2/7). Tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini tidak hanya berasal dari perubahan sosial dan budaya, tetapi juga perkembangan teknologi informasi yang membuat arus informasi bergerak tanpa batas. Hal tersebut disampaikan Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi, saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada calon juru dakwah di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026).
“Kondisi tersebut menuntut para juru dakwah memiliki pemahaman yang luas agar mampu memberikan panduan yang relevan bagi masyarakat,” tegas Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch Amrodji Konawi.
Ia menekankan bahwa calon juru dakwah nantinya berada di tengah masyarakat dengan berbagai latar belakang dan dinamika yang terus berkembang. Menurutnya, mereka perlu memiliki wawasan kebangsaan yang kuat agar mampu menjalankan dakwah sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan.
“Wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menjalankan dakwah di Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan juga diperlukan agar para dai mampu menempatkan dakwah sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan bermasyarakat yang saling menghormati dan menghargai perbedaan,” jelasnya.
Amrodji menegaskan, dakwah tidak dapat dilepaskan dari konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menerangkan, para juru dakwah perlu memahami nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta semangat persatuan yang menjadi fondasi kehidupan bangsa.
“Juru dakwah harus mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keutuhan bangsa,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan. Menurutnya, satu sisi, teknologi memudahkan penyebaran informasi dan materi dakwah. Namun di sisi lain, muncul risiko penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, ujaran kebencian, hingga narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Karena itu, para dai perlu memiliki kemampuan menyikapi berbagai informasi secara bijak dan proporsional. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang mendorong masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi sekaligus tetap menjaga persatuan,” terangnya.
Pembekalan wawasan kebangsaan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan juru dakwah yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan agama, tetapi juga memahami tantangan sosial yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, para dai diharapkan mampu menjalankan peran keagamaan sekaligus berkontribusi dalam memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika global yang terus berubah.












