Sumedang (13/7). DPW LDII Jawa Barat menggelar Pertemuan Akbar (Perak) 2026 sebagai ajang konsolidasi Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) LDII se-Jawa Barat. Kegiatan yang digelar pada Rabu (8/7/2026), di Gedung DPW LDII Jawa Barat itu digelar untuk menyelaraskan program pendidikan.
Perak 2026 sekaligus bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan 29 Karakter Luhur. Kegiatan diikuti pengurus Biro PUP dari 27 Kabupaten/Kota, 55 kepala sekolah, dan 55 guru satuan pendidikan di bawah naungan LDII Jawa Barat.
Melalui forum ini, peserta berbagi praktik baik dalam pengelolaan sekolah serta pengembangan metode pembelajaran. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ervin Aulia Rachman, yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, mengapresiasi komitmen LDII dalam membangun pendidikan berbasis karakter.
Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai program 29 Karakter Luhur yang dikembangkan LDII sejalan dengan visi Jawa Barat dalam membentuk generasi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
“Tema ‘Profesional Religius’ yang diangkat sangat selaras dengan visi Jawa Barat. Kita ingin menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, menguasai teknologi, namun tetap memiliki akhlak mulia,” ujarnya.
Ervin juga menegaskan bahwa sekolah swasta, termasuk sekolah naungan LDII, merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas, “Sekolah swasta, termasuk yang berada di bawah LDII, adalah mitra strategis pemerintah. Kalian bukan pilihan kedua, melainkan bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPW LDII Jawa Barat, Arief Achmad Saroso, menjelaskan bahwa Perak 2026 bertujuan menyelaraskan program kerja antara DPW dengan DPD LDII kabupaten/kota, sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan pembinaan 29 Karakter Luhur.
Menurutnya, peserta juga didorong untuk saling berbagi pengalaman melalui metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) sehingga inovasi pembelajaran dapat diterapkan di masing-masing sekolah.
Arief menambahkan, meskipun sebagian besar sekolah tersebut berusia relatif muda, banyak yang telah memperoleh akreditasi A. “Ini menjadi prestasi bagi sekolah-sekolah kami yang usianya belum lama, namun mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang baik,” ujarnya.
Melalui Perak 2026, DPW LDII Jawa Barat berharap terwujud standardisasi mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan LDII serta lahirnya generasi yang berkarakter, kompeten, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.














