Salatiga (22/7). DPD LDII Kota Salatiga menggelar Workshop & Sharing Pengajar Caberawit Modern di Gedung PPG, Grogol, Salatiga, Jawa Tengah pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mengajar Ceria, Bermakna, dan Membentuk Karakter” itu merupakan upaya LDII meningkatkan kompetensi para pengajar, dalam menghadirkan pembelajaran agama yang lebih adaptif bagi anak-anak.
Workshop diikuti pengajar Caberawit dan para asisten pengajar dari berbagai wilayah di Kota Salatiga, yang menghadirkan narasumber Sulistyorini dan Dian Nirmana.
Dalam pemaparannya, Sulistyorini menjelaskan perubahan karakter peserta didik menuntut pendidik terus berinovasi. Menurutnya, Generasi Alpha memiliki cara belajar yang berbeda dibanding generasi sebelumnya, karena terbiasa dengan teknologi dan informasi yang bergerak cepat.
“Yang perlu terus dikembangkan adalah metode mengajarnya. Anak-anak akan lebih mudah memahami materi ketika pembelajaran menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, melibatkan mereka secara aktif, dan memberi kesan yang mendalam,” ujar Sulistyorini.
Sementara itu, Dian Nirmana menekankan pentingnya kreativitas dalam menyampaikan materi keagamaan. Ia memperkenalkan konsep 3M, yaitu Menyenangkan, Menggerakkan, dan Membekas, sebagai pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Caberawit Modern.
“Ketika anak menikmati proses belajar, mereka akan lebih mudah memahami isi pelajaran dan terdorong untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru memiliki peran penting menghadirkan suasana belajar yang hidup dan membangun rasa ingin tahu anak,” kata Dian.
Ketua DPD LDII Kota Salatiga, Siswarsono, mengatakan peningkatan kualitas pengajar menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat pembinaan generasi penerus. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat dipengaruhi kemampuan pendidik dalam menyampaikan materi, sekaligus menjadi teladan bagi peserta didik.
“Pengajar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak. Karena itu, peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan, agar proses pembinaan berjalan mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama,” ujar Siswarsono.
Ia menambahkan, LDII Kota Salatiga terus mendorong lahirnya pengajar yang adaptif, kreatif, dan mampu membangun suasana belajar yang menyenangkan. “Kami berharap para pengajar mampu menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Keteladanan memiliki pengaruh besar dalam membangun karakter sehingga nilai-nilai yang diajarkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.














