Jakarta (23/7). Asri Yanto Nugroho atau biasa disapa Danu. Ia adalah salah satu generasi muda yang tak berpikir biasa. Prihatin dengan anak-anak muda yang kesulitan menyampaikan gagasan, ataupun “gagap” saat berbicara di muka umum, ia pun mendirikan Ruang Komunikasi.
“Ruang Komunikasi salah satu wadah pembelajaran, diskusi, dan pengembangan karakter sehingga generasi muda diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berpikir kritis, serta memiliki nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat,” ungkap Danu panggilan akrabnya saat diwawancara secara daring (26/6).
“Pemuda hebat bukanlah mereka yang hanya memiliki mimpi besar, tetapi mereka yang berani mewujudkan mimpi tersebut menjadi karya, menghadirkan kontribusi, dan tetap menjaga karakter di setiap prosesnya,” ujar warga LDII asal Tangerang Kota itu.
Berbekal latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Ilmu Komunikasi, Danu juga menjadikan wadah Ruang Komunikasi sebagai wujud nyata penerapan ilmu akademisnya. Hingga kini, ia terus aktif berkontribusi di bidang komunikasi, pendidikan, hingga pengembangan potensi generasi muda.
Bahkan, ia terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah, khususnya dalam membina serta mendampingi generasi muda di lingkungan DPD LDII Tangerang Kota, “Meskipun komunitas ini baru berjalan sejak 2025 didirikan, namun mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Ruang Komunikasi juga menjadi wadah pembelajaran, tempat bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring yang positif dan produktif,” kata Danu.
Dalam perjalanan membangun Ruang Komunikasi, Danu mengakui banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Terutama menjaga konsistensi hingga meyakinkan masyarakat untuk terlibat aktif menjadi salah satu tantangan yang harus dilaluinya.
“Membangun komunitas itu tidak mudah, namun setiap proses merupakan pembelajaran. Apapun yang sedang diusahakan kita harus bisa membuka diri terhadap masukkan, memperkuat kolaborasi, dan menjaga komitmen tujuan awal. Meskipun langkahnya kecil, tetapi kalau konsisten itu jauh lebih baik,” ujarnya.
Danu mengungkapkan Ruang Komunikasi akan terus membuat program-program untuk memperluas jangkauan, seperti pelatihan public speaking, seminar, workshop, kelas pengembangan diri, hingga peningkatan literasi digital.
“Rencananya kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti sekolah, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan maupun komunitas lainnya, sehingga Ruang Komunikasi menjadi rumah belajar bersama untuk siapa saja yang ingin berkembang, mengasah potensi, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Danu.
Ia melihat era digital bisa membuka potensi sekaligus peluang yang sangat terbuka lebar, karena memudahkan proses pengumpulan informasi dan proses komunikasi, “Komunikasi merupakan sarana membangun karakter, kepemimpinan, dan empati. Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, kami memanfaatkan media digital untuk memberikan pesan-pesan moral dan edukatif, serta berbagi kegiatan aktivitas yang telah kami lakukan,” kata Danu.
Melalui Ruang Komunikasi, ia berharap mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, unggul dalam berkomunikasi, dan berakhlakul karimah. Sehingga dapat menjadi memimpin masa depan yang sukses secara intelektual dan berani mengambil peran, sekaligus menjadi solusi di tengah masyarakat.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, karena keberhasilan bukan seberapa tinggi kita berdiri, namun seberapa banyak orang yang kita bantu untuk ikut bertumbuh bersama kita,” harap Danu.
Ia berpesan terhadap generasi muda, sebesar apapun tantangan yang dialami agar tetap fokus mengembangkan diri, melalui 3K yang merupakan salah satu program LDII dalam pembinaan generasi muda, yaitu karya, kontribusi, dan karakter.
“Pemuda hebat bukanlah mereka yang hanya memiliki mimpi besar, tetapi mereka yang berani mewujudkan mimpi tersebut menjadi karya, menghadirkan kontribusi, dan tetap menjaga karakter di setiap prosesnya,” ujar tuturnya.
Ia mengingatkan jangan takut untuk memulai, jangan takut gagal, karena semua itu adalah guru terbaik dalam perjalanan menuju sukses, “Saya berharap semakin banyak generasi muda mengambil peran, karena bangsa butuh anak-anak muda tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian serta semangat pengabdian,” tutup Danu. (Eva).

