“Prinsip berwirausaha adalah amanah, seperti usaha dagang yang ia namai Berkah Amanah, warga LDII yang juga pengusaha cabai di Pasar Cibitung, Aman Fauzi meyakini, sikap amanah menjadi berkah untuknya.”
Kejujuran merupakan kunci sukses dalam berdagang. Itulah yang diyakini Aman Fauzi pemilik Usaha Dagang (UD) Berkah Amanah. Dalam berbisnis, ia memiliki semboyan: ‘Amanah dari segi timbangan, Amanah dari kualitas dagangan’. “Kalau rusak bilang rusak, kalau bagus ya bilang bagus,” kata pria asal Cilacap yang sehari-hari berdagang cabai di Pasar Cibitung.
Kisah UD Berkah Amanah itu dimulai ketika Aman Fauzi usai merantau selama empat tahun di Saudi Arabia. Ia menjajal menjadi pedagang dengan modal niat dan tekad, serta tiga kuintal cabai sebagai pemula. Sabar menanti pembeli, sedikit demi sedikit pelanggan Aman Fauzi bertambah.
“Ada dari katering, home industri, atau pembeli yang datang sehari-hari. Saya melayani itu semua,” kata dia. Persediaannya pun mencapai 3-4 ton cabai.
Ia bahkan mulai menjadi pemasok beberapa pabrik saos seperti saos cap Ibu Jari dan Belibis. Aman juga sempat berkolaborasi dengan pengusaha Kripik Ante asal Lampung untuk memasok kebutuhan cabai, dan menjadi ditributor keripiknya di area Bekasi setelah Covid-19. Kerjasama dengan pengusaha keripik Ante itu, menurutnya win-win solution. “Saya membutuhkan keripiknya dan beliau juga membutuhkan pasokan cabai untuk bahan pembuatan, saling menguntungkan,” kata Aman.
Usahanya tak selalu mulus, pergantian musim turut mempengaruhi kualitas dagangannya. Tantangan yang ia hadapi adalah menghindari kerusakan barang dagangannya. Di musim hujan misalnya, ia menyortir stok cabainya yang masih layak jual diantara persediaan yang rentan rusak.
“Setiap saat ada perubahan, ya saat membeli persediaan atau menjualnya,” ujar Aman. Apalagi arus media sosial yang menurutnya berdampak pada perubahan harga. “Semua begitu cepat, persaingan dengan barang impor juga berpengaruh terhadap produksi lokal. Kalau bisa impor itu dihentikan, jadi bisa meningkatkan omset petani lokal,” harapnya.
Menurutnya, selain menaikkan omset, arus perdagangan dari produsen ke konsumen bisa meningkat jika impor cabai dihentikan. “Petani bisa menjual dengan bebas, pedagang juga fokus menyediakan barang dan melayani pembeli,” ujarnya.
Seperti prinsip UD miliknya itu, Aman yang tadinya tidak punya modal, kini sukses meraih omset dua digit per hari. “Menjaga amanah, maka pelanggan selalu datang, karena barang bagus, langsung ditimbang. Makanya harus bisa percaya dan dipercaya,” ujarnya.
Aman berpesan, kepada sesama pedagang untuk bisa menjalin kolaborasi serta saling menghormati. Selain itu juga kepada generasi muda yang ingin berdagang, Aman mengingatkan agar mencari informasi sedetil mungkin mengenai wirausaha yang akan ditekuni. “Cari informasi dimana pun, apalagi sekarang bisa memanfaatkan handphone ini,” kata dia.
Intip perjuangan Pak Aman dari Pasar Cibitung yang buktikan kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Selengkapnya:














